Targetkan Pengoperasian Pasar Waru Tahun 2027, Solusi Konkret Atasi Kepadatan Pasar Eksisting

Advertorial, Berita14 Dilihat
banner 468x60

Kacamatanegeri.com, PENAJAM – Prioritas pemanfaatan dan pengoperasian Pasar Waru baru dapat dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) pada tahun anggaran 2027 mendatang.

Sinyal positif ini sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus menjadi solusi konkret atas kondisi pasar eksisting saat ini yang dinilai sudah sangat padat dan tidak lagi optimal menampung aktivitas perdagangan warga.

banner 336x280

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten PPU, Muhajir, mengatakan secara fisik struktur bangunan Pasar Waru sebenarnya sudah berdiri. Namun, untuk dapat difungsikan secara maksimal, masih terdapat sejumlah fasilitas pendukung yang perlu dilengkapi agar sesuai dengan kebutuhan para pedagang dan kenyamanan pembeli.

“Pasar Waru itu memang sudah dibangun, cuma memang ada fasilitas yang kita inginkan. Ini akan kita manfaatkan karena memang kita tahu bahwa pasar eksisting sekarang sudah posisi sudah penuh,” ucapnya, Senin (2/11/2026).

Guna melengkapi berbagai fasilitas pendukung tersebut, Muhajir menjelaskan bahwa skema pembiayaannya telah masuk dalam pembahasan intensif di tingkat pemerintah daerah. Pemkab PPU mendorong pengalokasian anggaran melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), sembari tetap membuka peluang pendanaan dari pemerintah pusat.

“Harus kita inikan memang di tataran kita pun melalui alokasi APBD sudah kita bahas itu. Kalau pun enggak alokasi di pusat, tentu kita harus dorong melalui alokasi di APBD karena mau tidak mau. Jadi kita nanti tinggal timbang,” tegasnya.

Baca Juga :  Pemkab PPU Tekankan Pentingnya Reklamasi Hutan Berkelanjutan di PT Bhumi Rantau Energi

Dukung Penyempurnaan dan Pendayagunakan Aset 

Pemanfaatan bangunan ini dipandang sangat mendesak. Pasalnya, jika aset yang sudah ada dibiarkan terlalu lama tanpa difungsikan, kondisi fisik bangunan dikhawatirkan akan mengalami kerusakan dan membutuhkan biaya perbaikan yang jauh lebih besar di kemudian hari.

Katanya, berdasarkan perencanaan dari Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskukmperindag) Kabupaten PPU, pemanfaatan infrastruktur pasar yang sudah ada ini resmi dijadikan salah satu agenda prioritas utama pada tahun depan. Fokus pemerintah daerah bukan lagi membangun dari nol, melainkan menyempurnakan dan mendayagunakan aset yang telah tersedia.

“Dari sisi perencanaan Diskukmperindag, makanya menjadi program prioritas kita tahun depan itu adalah sebenarnya itu pemanfaatan infrastruktur yang sudah ada, tetapi tinggal kita menambahkan saja. Kita ada beberapa sih yang kita rancang untuk difungsionalkan, termasuk Pasar Waru,” tambah Muhajir.

Dalam melangkah ke tahap realisasi, pengoperasian Pasar Waru hendaknya tidak hanya berfokus pada penyelesaian fisik semata, tetapi juga memperhatikan aspek tata kelola dan manajemen pasar secara menyeluruh. Dinas terkait disarankan untuk menyusun zonasi pedagang yang tertata rapi sejak awal mulai dari pemisahan komoditas basah, kering, hingga area kuliner guna menciptakan suasana perbelanjaan yang bersih, aman, dan memadai.

Selain itu, pendekatan sosial melalui perancangan skema relokasi yang transparan serta sosialisasi secara masif kepada para pedagang pasar eksisting menjadi kunci utama agar proses transisi berjalan lancar tanpa menimbulkan gejolak. (Adv/d1)

Baca Juga :  Sekolah Berpedoman Regulasi Baru, Jamin Penanganan “Bullying” hingga “Pintu Samping”

banner 336x280