Kacamatanegeri.com, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) terus menggenjot percepatan transformasi digital daerah melalui efektivitas program jemput bola aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang diintegrasikan langsung dengan sosialisasi Program Perlindungan Sosial (Perlinsos).
Proaktif ini dilaksanakan untuk mendekatkan akses layanan administrasi kependudukan sekaligus memastikan masyarakat di berbagai pelosok desa dapat menikmati kemudahan era digital tanpa perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke kantor pelayanan pusat.
Pelayanan langsung ke lapangan ini menjadi bukti nyata kolaborasi sinergis antarperangkat daerah, yang melibatkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Sosial, serta Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo).
Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Disdukcapil PPU, Bachtiar Latief, mengatakan kepemilikan IKD memegang peranan sangat krusial sebagai pintu gerbang utama bagi warga untuk mengakses berbagai portal bantuan serta perlindungan sosial nasional secara akurat.
“Transformasi kependudukan ini sukses mengubah paradigma lama masyarakat terkait dokumen fisik,” ucapnya, Selasa (3/11/2026).
Katanya, jika sebelumnya warga harus selalu membawa kartu identitas berbentuk fisik, kini seluruh berkas vital seperti KTP elektronik dan Kartu Keluarga (KK) dapat diakses dengan praktis dan aman hanya melalui genggaman telepon seluler.
“Selain mempercepat urusan administrasi, inovasi ini memangkas birokrasi layanan publik secara efisien,” sebutnya.
Meski menawarkan banyak kemudahan digital, pihak Disdukcapil tetap memberikan peringatan tegas mengenai keamanan data pribadi masyarakat. Warga diingatkan untuk selalu mewaspadai berbagai bentuk modus penipuan daring. Segala bentuk instruksi aktivasi IKD maupun permintaan pemindaian wajah yang dilakukan secara jarak jauh melalui telepon, pesan singkat, media sosial, atau video call dipastikan palsu.
“Prosedur validasi resmi yang aman wajib dilakukan secara tatap muka langsung bersama petugas berwenang guna mencegah risiko pencurian data pribadi,” tambahnya.
Antusiasme tinggi pun dirasakan langsung oleh masyarakat setempat. Kehadiran petugas di tingkat desa terbukti menjadi solusi konkret yang memudahkan warga pelosok. Melalui komitmen pelayanan yang berkelanjutan ini, Pemkab PPU optimistis ekosistem kependudukan digital dapat terwujud secara inklusif, merata, dan aman bagi seluruh lapisan masyarakat. (Adv/d1)














