Aksi Donor Darah PGRI dan DWP PPU Jadi Evaluasi Kesehatan Peserta

banner 468x60

Kacamatanegeri.com, PENAJAM – Sinergi kemanusiaan yang digagas oleh Perempuan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dalam rangka memperingati HUT PGRI ke-81 serta HUT DWP ke-27 menyajikan catatan penting.

Meski sukses digelar di RSUD Aji Putri Botung pada Kamis (5/11/2026), hasil skrining medis menjadi evaluasi mendasar bagi pemenuhan target kantong darah daerah.

banner 336x280

Aksi donor darah tersebut dirancang dengan mengalokasikan kuota terbatas untuk memastikan efisiensi pelaksanaan. Pihak penyelenggara membagikan porsi kepesertaan secara adil antara organisasi keagamaan/kependidikan dan organisasi istri pegawai negeri.

Ketua Perwakilan PGRI, Gustin Winaria, menjelaskan mengenai besaran partisipasi dan tantangan kesehatan yang dihadapi calon pendonor di lokasi acara. Menurutnya, antusiasme peserta yang datang sebenarnya sangat tinggi, namun tidak semua lolos kualifikasi medis.

“Sasaran peserta yang dilibatkan berjumlah total 50 orang, yang dibagi secara merata masing-masing 25 orang dari unsur DWP Kabupaten dan 25 orang dari pihak PGRI,” jelas Gustin Winaria. Pihaknya menambahkan bahwa beberapa peserta terpaksa gugur akibat faktor tekanan darah, kadar hemoglobin (Hb), atau kurang istirahat saat pemeriksaan awal.

Melihat kondisi tersebut, jajaran pengurus DWP menekankan pentingnya edukasi kesehatan pra-donor agar kegiatan serupa di masa mendatang dapat menghasilkan pasokan darah sesuai kapasitas maksimal yang ditargetkan.

Ketua DWP Kabupaten PPU, Riawati Koriah Tohar, menyampaikan harapannya agar pola kolaborasi ini terus berlanjut disertai mekanisme persiapan peserta yang lebih matang.

Baca Juga :  PPU Siap Jadi Lumbung Pangan IKN, Petani dan Pemkab Bersatu Tingkatkan Produksi

“Kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang dengan persiapan yang lebih matang, sehingga kuota serta target perolehan kantong darah dapat tercapai secara optimal guna membantu ketersediaan stok darah di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara,” tutur Riawati.

Inisiatif ini membuktikan bahwa peringatan hari jadi organisasi tidak sekadar diisi seremonial, tetapi difokuskan pada aksi nyata untuk menopang kebutuhan medis masyarakat PPU yang membutuhkan transfusi darah. (Adv/d1)

banner 336x280