Siapkan Kawasan Industri Buluminung dan Dorong Tenaga Kerja Lokal

Advertorial, Berita12 Dilihat
banner 468x60

Kacamatanegeri.com, – PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) menegaskan komitmennya untuk mengubah struktur perekonomian daerah agar tidak lagi bergantung sepenuhnya pada penjualan bahan mentah.

Melalui penataan dan pengembangan Kawasan Industri Buluminung, PPU membidik potensi hilirisasi industri secara masif seiring posisinya yang strategis sebagai gerbang utama Ibu Kota Nusantara (IKN).

banner 336x280

Bupati PPU, Mudyat Noor, mengatakan pemerintah daerah fokus menggaet investasi pada empat kelompok industri manufaktur utama. Keempatnya meliputi industri bahan bangunan dan beton pracetak untuk menopang fisik IKN, pengolahan hasil pertanian dan perkebunan demi menciptakan nilai tambah, kimia maju berbasis lemak nabati, serta pengembangan energi rendah karbon yang ramah lingkungan.

Ia bilang, ini dipadukan dengan percepatan infrastruktur penunjang seperti konektivitas Pelabuhan Buluminung, Coastal Road, dan jaringan jalan strategis Penajam-Jenebora-Pantai Lango.

Namun, Mudyat menggarisbawahi megaproyek industri dan dorongan investasi tersebut tidak akan memberikan dampak optimal jika warga setempat hanya menjadi penonton. Pemkab PPU siap membekali tenaga kerja lokal dengan kompetensi teruji agar mampu terserap secara langsung dalam rantai pasok industri modern.

“Kita ingin hasil produksi daerah tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk bernilai tambah,” kata Mudyat dalam Talkshow Zona Inspirasi salah satu TV Swasta,” kat Mudyat, Rabu (4/11/2026).

Guna mendukung peningkatan keterlibatan warganya, Pemkab PPU gencar menyiapkan pelatihan vokasi dan program sertifikasi keahlian. Selain itu, sektor UMKM lokal akan diintegrasikan untuk mengisi rantai pasok kebutuhan operasional kawasan industri, mulai dari penyediaan logistik, transportasi, katering, hingga jasa konstruksi pendukung.

Baca Juga :  Mulai Juli, Dishub PPU Segera Tertibkan Izin Trayek dan Sertifikasi Motoris Speedboat

“Kita ingin masyarakat PPU menjadi bagian dari rantai nilai ekonomi IKN, bukan hanya menjadi penonton dari perkembangan pembangunan yang berlangsung di wilayahnya sendiri,” ujar Mudyat.

Kendati pengembangan kawasan industri ini dibayangi kendala keterbatasan fiskal daerah, kesiapan lahan, dan perizinan, Pemkab PPU tetap optimistis melampauinya melalui kerja sama lintas sektoral, pendanaan APBN, APBD Provinsi, serta kemitraan investasi swasta.

“Kita tidak boleh hanya menjadi daerah yang berada di sekitar IKN. Kita harus menjadi daerah yang tumbuh, berkembang, dan sejahtera bersama IKN. Inilah semangat Gerbang Nusantara yang ingin kita wujudkan,” pungkasnya. (Adv/d1)

banner 336x280