Manfaatkan Dana BOS untuk Buku Paket Gratis

banner 468x60

Kacamatanegeri.com, PENAJAM – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memberikan penegasan keras terkait larangan penjualan Lembar Kerja Siswa (LKS) di lingkungan sekolah.

Penegasan ini diambil untuk memastikan agar orang tua tidak lagi terbebani akan biaya pembelian buku pelajaran yang seharusnya menjadi tanggung jawab penuh pihak sekolah.

banner 336x280

Sekretaris Disdikpora Kabupaten PPU, Durajat, mengatakan sekolah disarankan dan diwajibkan untuk memaksimalkan alokasi Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) guna penyediaan buku paket pelajaran bagi pelajar.

“Sesuai aturan, alokasi anggaran belanja buku dari Dana BOS dipatok maksimal sebesar 30 persen sesuai dengan kebutuhan masing-masing sekolah,” kata Durajat, Jumat (30/10/2026).

Ia menegaskan bahwa sekolah sama sekali tidak diperbolehkan menjual buku paket maupun LKS kepada murid.

“Sistem pinjam pakai buku paket yang dibeli dengan dana BOS bertujuan langsung untuk menekan dan mengurangi beban finansial para orang tua murid,” ucapnya.

Menurutnya, praktik komersialisasi LKS kerap menjadi keluhan utama masyarakat.

“Sekolah yang belanja dan buku paket tersebut nantinya dipinjamkan secara gratis kepada para siswa. Supaya anak-anak tidak lagi menggunakan atau diminta membeli LKS,” tegas Durajat.

Durajat membeberkan perhitungan matematis bagaimana pembelian LKS sangat memberatkan ekonomi keluarga. Jika seorang siswa harus membeli LKS untuk sekitar tujuh mata pelajaran dengan harga rata-rata Rp25.000 hingga Rp30.000 per buku, pengeluaran orang tua sudah membengkak signifikan. Kondisi ini akan makin terasa berat bagi keluarga yang memiliki lebih dari satu anak yang masih bersekolah.

Baca Juga :  PT Indominco Mandiri Ajak Karyawan yang Mau Pensiun, Belajar Usaha Kopi di Warkop Nusantara

Selain pertimbangan beban ekonomi, Disdikpora PPU juga menyoroti aspek kualitas pendidikan. Penggunaan LKS yang hanya berisi pola soal-jawab dinilai kurang efektif dalam membangun pemahaman mendalam pada diri peserta didik.

“Kita ingin pembelajaran anak-anak itu lebih bermakna, bukan sekadar mengisi soal dan jawaban di LKS. Dengan ketersediaan buku paket gratis yang dipinjamkan sekolah, proses belajar mengajar diharapkan bisa berjalan lebih maksimal,” tandas Durajat. (Adv/d1)

banner 336x280