Kacamatanegeri.com, PENAJAM – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus mematangkan rencana penataan alur pelayaran dan pembagian distribusi tambat kapal di kawasan pesisir PPU.
Apalagi jika benar-benar pembangunan Pelabuhan Nenang benar-benar terealisasi. Saat ini hanya mengandalkan Pelabuhan Buluminung. Strategis ini diambil guna memastikan keselamatan aktivitas pelayaran serta efisiensi operasional kapal yang melintas di perairan PPU.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten PPU, Agus Dahlan, mengatakan karakteristik teknis antara Pelabuhan Buluminung dan rencana Pelabuhan Nenang memiliki perbedaan yang sangat mendasar, terutama jika dilihat dari tingkat kedalaman alur perairannya.
“Pelabuhan Buluminung difungsikan untuk kapal-kapal berukuran sedang. Kedalaman perairannya saat kondisi air laut surut hanya berkisar antara 6 hingga 7 meter saja,” kata Agus, Jumat (30/10/2026).
Dengan kondisi kedalaman tersebut, kapal berukuran besar seperti kapal jenis tanker tidak memungkinkan untuk masuk dan bersandar di Pelabuhan Buluminung. Memaksakan kapal dengan draft atau sarat air yang dalam untuk melintasi alur Buluminung berisiko sangat tinggi menyebabkan kapal kandas atau karam.
Oleh karena itu, area perairan Teluk yang memiliki tingkat kedalaman alami mencapai 10 hingga 12 meter dinilai jauh lebih ideal untuk mengakomodasi armada kapal tanker dan kapal besar lainnya.
“Pembagian zonasi tambat ini menjadi aspek mendasar agar seluruh fasilitas pelabuhan dapat beroperasi secara maksimal, efektif, serta aman,” sebutnya.
Guna merealisasikan penataan alur pelayaran dan penetapan titik lokasi infrastruktur pendukung tersebut, Dishub PPU terus menjalin komunikasi dan koordinasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Agus menegaskan, pihak pemerintah provinsi memegang peranan kunci sebagai leading sector dalam perencanaan hingga proses peninjauan teknis di lapangan.
“Kami selalu berkomunikasi aktif dengan kawan-kawan di provinsi untuk menjadwalkan peninjauan lapangan. Pada prinsipnya, kami dari pemerintah kabupaten siap mendukung penuh seluruh arahan Pak Bupati dan Pak Gubernur, termasuk dalam pemetaan serta pemilihan lahan nanti,” tambahnya.
Agus menyoroti pentingnya pengoptimalan potensi sektor perhubungan di tengah keterbatasan alokasi anggaran dari pemerintah pusat saat ini. Sektor perhubungan laut diproyeksikan menjadi salah satu tumpuan utama penerimaan daerah, khususnya dari aktivitas Pelabuhan Buluminung.
“Pelabuhan Buluminung menyimpan potensi penerimaan yang cukup besar bagi daerah. Namun, target yang dibebankan kepada Dishub tentu harus berbanding lurus dengan pemenuhan serta peningkatan fasilitas pelabuhan yang memadai,” pungkas Agus. (Adv/d1)














