Kacamatanegeri.com, PENAJAM – Kebutuhan fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU) di tingkat desa dan wilayah pelosok Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tergolong sangat mendesak. Hingga saat ini, masih banyak ruas jalan kabupaten maupun jalur pemukiman warga yang belum tersentuh fasilitas penerangan memadai, sehingga rentan memicu kerawanan lalu lintas maupun potensi gangguan keamanan pada malam hari.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten PPU, Agus Dahlan, mengatakan permohonan penerangan jalan terus mengalir deras dari pihak pemerintah desa maupun perwakilan masyarakat. Berdasarkan inventarisasi dan rekapitulasi data permohonan resmi yang masuk ke dinasnya, akumulasi kebutuhan PJU di seluruh wilayah pedesaan kini telah menembus angka ribuan titik.
“Sangat banyak sekali kebutuhan PJU diwilayah kabupaten, terutama untuk akses di desa-desa serta jalur-jalur jalan kabupaten. Kalau dihitung dari permohonan yang masuk ke kami dari beberapa desa, totalnya kurang lebih ada sekitar 2.000 titik PJU yang diminta oleh warga untuk direalisasikan,” ucap Agus, Jumat (30/10/2026).
Angka 2.000 titik tersebut sejatinya baru mencakup akumulasi usulan tertulis yang diajukan oleh beberapa desa saja. Secara faktual di lapangan, jumlah jalan kabupaten dan lingkungan pemukiman warga yang masih dalam kondisi gelap gulita diproyeksikan jauh melebihi angka usulan tersebut.
Namun sayangnya, tingginya ekspektasi dan kebutuhan masyarakat ini harus terbentang tembok tebal berupa keterbatasan anggaran daerah. Pihak Dishub PPU mengaku belum mampu mengabulkan permohonan warga tersebut dalam waktu dekat lantaran adanya kebijakan efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Artinya memang banyak sekali jalan-jalan kita yang masih gelap. Kalau kita mau penuhi seluruh kebutuhan tersebut sebenarnya idealnya butuh sangat banyak. Tetapi untuk sementara ini kita terpaksa hanya fokus pada pemeliharaan jaringan yang sudah ada saja, karena anggaran daerah kita sedang dalam kondisi efisiensi,” pungkasnya. (Adv/d1)














