Kacamatanegeri.com, PENAJAM – Ketergantungan pasar tradisional di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terhadap pasokan bahan pangan dari luar daerah hingga kini masih menjadi fenomena menarik.
Meskipun wilayah PPU memiliki potensi sebagai daerah penghasil, sebagian besar pedagang pasar lokal diketahui lebih dominan mengandalkan pasokan barang dari luar daerah, khususnya Kota Balikpapan dan wilayah Sulawesi.
Sekretaris Dinas KUKM Perindag (Diskukmperindag) Kabupaten Penajam Paser Utara, Syamsul Adha, membeberkan bahwa faktor bisnis, perhitungan biaya transportasi, hingga kemudahan logistik menjadi alasan utama di balik pilihan para pedagang. Meskipun Penajam memiliki produk lokal, kalkulasi harga jual dan biaya angkut membuat pedagang kerap kali memilih mengambil pasokan dari Balikpapan melalui jalur transportasi laut.
“Kita kan banyak barang datang dari luar, dari Sulawesi maupun luar Kalimantan. Kayak cabai lombok, kita lebih dominan ambil dari luar. Walaupun Penajam ini penghasil, ternyata pedagang di Pasar Penajam ini ditanya lebih suka ngambil dari Balikpapan. Ada banyak faktor sebenarnya, karena ini kan murni urusan bisnis,” jelas Syamsul Adha, Sabtu (31/10/2026).
Penjelasan tersebut juga diperkuat oleh pengawasan harian petugas pasar yang secara rutin memantau harga kebutuhan pokok. Berdasarkan hasil pemantauan harian di lapangan, komoditas pangan seperti cabai, bawang merah, bawang putih, hingga sayur-mayur terikat pada dinamika distribusi logistik tersebut. Bawang merah saat ini berada di kisaran Rp38.000 hingga Rp40.000 per kilogram, bawang putih Rp40.000 per kilogram, dan cabai hijau menyentuh Rp100.000 per kilogram.
“Tiap hari kita pantau harga-harga di pasar dan dilaporkan setiap pagi. Pedagang kadang memikirkan transportasi. Kalau ambil dari Balikpapan harga bisa lebih murah, tapi mereka harus hitung biaya transpor seperti penyeberangan kelotok dan angkutan motor di Penajam. Itu yang memengaruhi pertimbangan pedagang di lapangan,” tambahnya.
Dinas KUKM Perindag PPU menegaskan akan terus mengawasi pelaporan data harga melalui integrasi aplikasi pemantau seperti SP2KP dan Lamin Etam guna memastikan transparansi harga di tingkat pedagang serta menjaga daya beli masyarakat tetap stabil. (Adv/d1)














