Rp 300 Juta Disiapkan untuk Festival Nondoi 2026 di PPU

banner 468x60

Kacamatanegeri.com, PENAJAM – Pesta adat paling dinanti masyarakat Paser kini kian dekat. Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) terus memacu persiapan perhelatan tahunan Festival Belian Adat Paser Nondoi 2026.

Meski dibayangi kebijakan efisiensi anggaran daerah, Pemkab PPU menjamin pesta budaya ini akan tetap digelar secara semarak, melegenda, dan yang terpenting tanpa mengurangi sedikit pun kekhusyukan serta nilai sakralitas ritual adatnya.

banner 336x280

Langkah awal konsolidasi telah digulirkan melalui rapat koordinasi bersama Lembaga Adat Paser (LAP) dan pengelola acara atau event organizer.

Pertemuan krusial ini difokuskan pada penyelarasan Rencana Anggaran Biaya (RAB) demi memastikan setiap rupiah dialokasikan secara transparan, efektif, dan bebas tumpang tindih.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar PPU, Aji Luqman Panji, menjelaskan bahwa total pembiayaan festival tahun ini bersumber dari dua porsi anggaran daerah.

“Kami sudah menggelar rapat perdana bersama kawan-kawan Lembaga Adat Paser dan pihak event organizer untuk membedah RAB. Ada dua mata anggaran yang mengampu Nondoi tahun ini, yaitu DPA murni sebesar Rp200 juta dan alokasi tambahan pada anggaran perubahan sebesar Rp100 juta,” katanya, Senin (19/10/2026).

Tambahan anggaran sebesar Rp100 juta tersebut dialokasikan secara spesifik untuk menyokong kebutuhan seremonial serta operasional teknis di lapangan yang disesuaikan dengan Standar Satuan Harga (SSH) dinas.

Baca Juga :  Strategi Diskan PPU Tingkatkan Tren Produksi Perikanan Budidaya

Festival kebanggaan masyarakat Benuo Taka ini dijadwalkan berlangsung meriah selama empat hari penuh, mulai 9 hingga 12 November 2026. Pemadatan jadwal pelaksanaan hingga hari Kamis sengaja dirancang agar seluruh prosesi termasuk puncaknya, Ritual Sakral Larung Jakit dapat berlangsung dengan khidmat, tertib, dan optimal tanpa terganggu mobilitas akhir pekan.

Guna meratakan nuansa kemeriahan ke seluruh penjuru daerah, seluruh kecamatan di PPU dipastikan ambil bagian secara aktif. Setiap kecamatan mendapatkan alokasi dana khusus untuk memboyong sedikitnya tiga kelompok seni budaya lokal guna tampil mendominasi panggung hiburan malam.

Namun, demi menjaga kesucian ritual utama, pertunjukan seni saban malam dibatasi secara ketat hingga pukul 21.00 WITA. Setelah jam tersebut, arena festival akan disterilkan agar prosesi ritual adat dapat dilaksanakan secara khusyuk dan penuh ketenangan.

Demi memastikan keamanan, kebersihan, serta kenyamanan pengunjung selama empat hari perhelatan, Disbudpar PPU merangkul lintas Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), di antaranya Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkim), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)

“Pembahasan lanjutan terus kami matangkan secara intensif. Kami optimistis, dengan kerja sama seluruh pihak, Festival Nondoi 2026 akan berjalan sukses, aman, dan berkesan bagi masyarakat,” pungkas Aji. (Adv)

banner 336x280