Kacamatanegeri.com, PPU – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus berkomitmen meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di tahun 2026 dengan menjalankan serangkaian kegiatan yang mencakup program rehabilitasi gedung serta pembangunan fasilitas sekolah baru.
Untuk program rehabilitasi, perbaikan difokuskan pada sejumlah fasilitas vital seperti ruang kelas, ruang administrasi atau kantor, ruang perpustakaan, hingga sarana toilet. Sementara itu, untuk kegiatan pembangunan baru, fasilitas yang disediakan meliputi penambahan ruang kantor, perpustakaan, ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS), toilet, area bermain, serta laboratorium khusus untuk jenjang SMP.
Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana (Sarpras) Disdikpora Kabupaten PPU, Ricci Firmansyah, mengungkapkan kebutuhan fasilitas yang paling banyak dialokasikan dalam program perbaikan maupun pembangunan baru adalah Ruang Kelas Baru.
“Kalau untuk yang paling banyak dibantu itu, baik rehab maupun pembangunan itu RKB (Ruang Kelas Baru),” kata Ricci, Jumat (16/10/2026).
Mengenai sistem pengelolaan anggaran, Ricci menjelaskan, alur pengajuan bantuan berawal dari usulan mandiri masing-masing sekolah melalui sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Usulan tersebut nantinya diverifikasi serta disurvei langsung di lapangan oleh tim Disdikpora PPU, sebelum dilanjutkan ke proses asistensi bersama Kementerian terkait.
“Setelah usulan disetujui, dilanjutkan dengan penandatanganan kerja sama antara pihak sekolah dan kementerian. Selanjutnya, rekening khusus sekolah dibuat sebagai sarana penampungan dana bantuan langsung dari pemerintah pusat tersebut,” terang Ricci.
Terkait besaran nilai bantuan yang diterima, Ricci menyebutkan, nilainya bervariasi bergantung pada skala kerusakan serta hasil asistensi akhir dari kementerian. Besaran anggaran yang dialokasikan untuk tiap sekolah berada di kisaran ratusan juta hingga miliaran rupiah.
“Beda-beda untuk sekolah, tergantung dari hasil asistensinya. Ada yang Rp200 juta sampai yang paling besarnya juga ada yang Rp2 miliar. Itulah bentuk komitmen Pemkab PPU untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di tahun 2026,” pungkasnya. (elo/aja/adv)
















