Kacamatanegeri.com, PPU – Dinas Perikanan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menyambut positif rencana pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) yang berlokasi di Desa Babulu Laut, Kecamatan Babulu.
Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung sarana edukasi dan pemberdayaan masyarakat, Dinas Perikanan siap memfasilitasi pengembangan sektor budidaya perikanan di lingkungan sekolah tersebut.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten PPU, Andi Trasodiharto, mengatakan pihak SNT memiliki keinginan untuk membangun fasilitas kolam ikan. Menanggapi rencana tersebut, pihaknya telah melakukan peninjauan dan evaluasi langsung terhadap kondisi lokasi serta lingkungan sekitar untuk menentukan metode budidaya yang paling optimal.
“Kami dari Dinas Perikanan sangat menyambut baik pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi ini. Kami ingin mengetahui apa saja yang perlu didorong dan didukung. Setelah melihat kondisi lokasi dan lingkungan, saya berani menyampaikan bahwa metode yang paling layak diterapkan di sana adalah kolam bioflok yang dipadukan dengan sistem RAS (Recirculating Aquaculture System),” ucapnya, Jumat (16/10/2026).
Menurut Andi, meskipun terdapat beberapa opsi media seperti kolam tanah, kolam terpal, maupun kolam beton, kombinasi bioflok dan sirkulasi sistem RAS dinilai lebih efisien dan modern. Bioflok berfungsi memanfaatkan mikroorganisme untuk mengolah limbah menjadi pakan alami, sementara sistem RAS berfokus pada efisiensi sirkulasi dan kualitas air.
Sarana Pembelajaran Teknologi Perikanan Modern bagi Pelajar dan Masyarakat
Guna memastikan keberhasilan program ini, Dinas Perikanan PPU akan memberikan dukungan menyeluruh, mulai dari penyediaan bibit ikan berkualitas hingga pendampingan teknis. Adapun komoditas unggulan yang disiapkan antara lain ikan nila, lele, atau patin.
Selain bantuan fisik dan bibit, pendampingan teknis terkait pengaturan kadar oksigen dan sirkulasi air juga menjadi fokus utama. Pasalnya, ketersediaan oksigen yang memadai sangat menentukan tingkat kepadatan tebar ikan (stocking density) di dalam kolam.
“Sebagai gambaran, untuk kolam bioflok dengan diameter 4 meter, idealnya dapat menampung sekitar 800 hingga 1.000 ekor ikan. Kuncinya terletak pada bagaimana sirkulasi air dijaga dan kebutuhan oksigen terpenuhi dengan baik. Langkah awal yang paling krusial adalah pembentukan floc itu sendiri, dan proses inilah yang nantinya akan kami dampingi secara intensif,” pungkasnya.
Melalui pendampingan ini, diharapkan SNT di Desa Babulu Laut tidak hanya memiliki fasilitas budidaya perikanan yang produktif, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran teknologi perikanan modern bagi para siswa dan masyarakat sekitar. (elo/aja/Adv)














