Buka-Bukaan Alasan Potensi Molornya Pembangunan SNT Babulu, Bupati PPU Sebut Masalah Sertifikat ATR/BPN

Advertorial, Berita, Daerah1620 Dilihat

Kacamatanegeri.com, PENAJAM – Pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) yang berlokasi di Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), menghadapi potensi penundaan jadwal yang cukup signifikan.

Proyek sarana pendidikan strategis yang semula ditargetkan mulai berjalan pada November mendatang tersebut terancam bergeser hingga Maret 2027 akibat kendala administratif dalam penerbitan sertifikat tanah.

Bupati PPU, Mudyat Noor, secara terbuka mengungkapkan bahwa potensi penundaan ini murni dipicu oleh keterlambatan penerbitan sertifikat lahan dari pihak Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Ia menegaskan bahwa hambatan teknis yang terjadi di lapangan sama sekali bukan merupakan kelalaian dari Pemkab PPU.

“Memang Sekolah Nasional Terintegrasi ini sebetulnya ada penundaan dengan alasan sertifikasi. Sebetulnya kesalahan ini kan bukan kesalahan dari Pemda, tapi kesalahan dari ATR/BPN sendiri yang kemudian lambat menerbitkan surat sertifikatnya. Tapi sekarang sudah terbit kah, aku belum tahu persis dia sudah terbit apa belum. Gara-gara itu kemudian terjadi penundaan serah terima,” ucapnya, Rabu (21/10/2026).

Kendati diterpa masalah legalitas lahan, Pemkab PPU terus melakukan berbagai percepatan agar pelaksanaan kegiatan konstruksi tetap berjalan sesuai linimasa. Berdasarkan kesepakatan bersama menteri terkait, Kabupaten PPU masuk dalam daftar 25 daerah yang mendapat jatah pembangunan fasilitas SNT pada tahun ini. Jika target pengerjaan di bulan November meleset, jadwal pembangunan berisiko besar terpukul mundur hingga Maret tahun depan.

Demi menyiasati hal tersebut, Mudyat berencana untuk segera bertolak menghadap menteri terkait guna mencari jalan keluar bersama. Langkah diplomasi ini diambil demi memastikan proyek dapat segera direalisasikan sesuai dengan rencana semula.

“Kami lagi upayakan bagaimana tetap terlaksana di sisi jadwal waktu. Kalau terlambat dilaksanakan, mundur ke bulan tiga lagi. Kita berharap nanti pengen menghadap Pak Menteri supaya di bulan November ini bisa berjalan, supaya nanti awal tahun ajaran pendidikan tahun 2027 anak-anak kita sudah bisa belajar. Karena ini kan sekolah unggulan dengan standar yang internasional,” pungkas Mudyat. (Adv)