Wasit Asal Balikpapan Pimpin Final World Cup Woodball di Malaysia

Berita, Olahraga57 Dilihat
banner 468x60

Kacamatanegeri.com, BALIKPAPAN— Muhammad Jamil, wasit nasional berlisensi asal Balikpapan, Kalimantan Timur, dipercaya memimpin langsung pertandingan final World Cup Woodball di Universiti Malaysia Perlis (UniMAP) pada 28 Juli 2026.

Di kesempatan tersebut, bersamaan memperkuat kapasitasnya menjadi wasit di panggung International Referee Workshop 2026 di Perlis, Malaysia, 25–28 Juli 2026.

banner 336x280

Pengalaman tersebut menjadi salah satu bagian penting dari rangkaian peningkatan kompetensi menuju lisensi wasit internasional woodball.

Jamil merupakan satu dari tiga delegasi Indonesia yang mengikuti workshop berdasarkan surat penunjukan Pengurus Besar Indonesia Woodball Association (PB IWbA) tentang Penunjukan Peserta International Referee Workshop 2026.

Keikutsertaan delegasi Indonesia dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas perangkat pertandingan nasional agar memiliki pemahaman dan kompetensi yang sesuai dengan standar perwasitan internasional.

Selama kegiatan, peserta mendapatkan pembekalan teori dan praktik lapangan. Materi teori kemudian diuji melalui penerapan langsung dalam situasi pertandingan, termasuk saat peserta dilibatkan dalam memimpin final World Cup Woodball.

Bagi Jamil, kesempatan tersebut memberikan pengalaman berbeda. Memimpin pertandingan di level internasional menuntut referee mampu memahami regulasi secara menyeluruh, menjaga konsentrasi, serta mengambil keputusan secara cepat, tepat, dan konsisten.

“Workshop ini menjadi pengalaman yang sangat berharga karena kami mendapatkan pembelajaran teori dan praktik sekaligus kesempatan menerapkan aturan secara langsung pada pertandingan World Cup. Ini menjadi proses penting untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme sebagai referee,” kata Jamil.

Baca Juga :  Libatkan 18 Dokter Spesialis

Rangkaian workshop tersebut juga berlangsung dalam suasana Malaysia International Open 2026 di Perlis. Kehadiran Jamil di ajang tersebut memberikan kesempatan untuk melihat secara langsung standar penyelenggaraan pertandingan dan tuntutan terhadap perangkat pertandingan dalam kompetisi woodball internasional.

Menurut Jamil, pengalaman memimpin pertandingan pada level tersebut menjadi bagian penting dalam proses menuju lisensi wasit internasional.

“Memimpin pertandingan di level internasional membutuhkan pemahaman aturan, konsentrasi, ketegasan, dan konsistensi dalam mengambil keputusan. Pengalaman di Perlis memberikan gambaran nyata mengenai standar yang harus dimiliki seorang referee internasional,” tuturnya.

Keikutsertaan Jamil di Malaysia mendapat dukungan dari berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora), KONI Balikpapan, Pengcab IWbA Balikpapan, Pengurus IWbA Kalimantan Timur, PB IWbA Indonesia, hingga pihak sponsor.

Jamil mengapresiasi dukungan tersebut. Menurut dia, kesempatan membawa nama Balikpapan dan Indonesia dalam forum internasional tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak yang selama ini memberikan ruang bagi pengembangan olahraga woodball dan sumber daya manusianya.

“Terima kasih kepada Pemerintah Kota Balikpapan melalui Disparpora, KONI Balikpapan, Pengcab IWbA Balikpapan, Pengurus IWbA Kaltim, PB IWbA Indonesia, dan para sponsor atas dukungan serta kepercayaannya. Dukungan ini sangat berarti sehingga saya dapat mengikuti workshop dan seluruh rangkaiannya dengan baik dan lancar,” ujar Jamil.

Ia berharap pengalaman yang diperoleh di Perlis dapat menjadi tambahan kapasitas dalam menjalankan tugas sebagai perangkat pertandingan.

Baca Juga :  NuSa : Demokrasi yang Kuat Jadi Landasan Peningkatan Kesejahteraan Sosial

“Saya berharap lisensi dan pengalaman yang diperoleh dari kegiatan ini dapat menjadi tambahan kapasitas dalam menjalankan tugas perwasitan, sekaligus menjadi pengalaman yang bermanfaat bagi perkembangan woodball di Indonesia,” katanya.

Keikutsertaan Jamil menjadi bagian dari upaya memperluas pengalaman perangkat pertandingan Indonesia di level internasional. Selain menambah kapasitas individu, pengalaman mengikuti workshop, hingga memimpin final World Cup Woodball menjadi modal penting dalam memahami standar perwasitan pada kompetisi internasional.

Bagi Woodball Indonesia, peningkatan kualitas referee menjadi salah satu elemen penting dalam membangun ekosistem pertandingan yang semakin profesional, seiring dengan perkembangan prestasi atlet dan penyelenggaraan kompetisi di tingkat nasional maupun internasional. (*)

banner 336x280