Warga Waru Keluhkan Harga Sawit Turun Rp 800 Ribu Perkilo dan Gaji Marbot Hanya Rp 200 Ribu

Daerah, Nusantara13 Dilihat

Kacamatanegeri.com, PPU– Sejumlah aspirasi dan keluhan disampaikan masyarakat Kecamatan Waru kepada Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, dalam kegiatan Safari Jumat yang digelar di Masjid Darul Aman, Kecamatan Waru, Jumat (22/5/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin, Sekretaris Daerah (Sekda) PPU Tohar, para asisten, staf ahli Bupati serta kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten PPU.

Dalam sambutannya, Mudyat Noor mengatakan bahwa Safari Jumat menjadi sarana silaturahmi sekaligus ruang dialog antara pemerintah daerah dan masyarakat.

“Melalui kegiatan ini kami ingin mendengar langsung apa yang menjadi persoalan di masyarakat. Karena itu kami membawa sejumlah OPD agar persoalan yang disampaikan bisa langsung ditindaklanjuti atau diberikan penjelasan,” kata Mudyat.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berupaya agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama di tengah kondisi fiskal yang saat ini cukup berat.

“Bagaimana APBD ini benar-benar bermanfaat untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karena kesejahteraan masyarakat jauh lebih penting,” katanya.

Mudyat juga menjelaskan bahwa tidak seluruh persoalan infrastruktur dapat langsung ditangani Pemkab PPU, karena adanya pembagian kewenangan antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten. Salah satunya terkait infrastruktur jalan yang ada di Kabupaten PPU.

“Ada jalan nasional, ada jalan provinsi. Jadi pemerintah kabupaten hanya bisa mengusulkan. Jangan sampai ada anggapan pemerintah daerah tidak peduli terhadap kerusakan jalan yang menjadi kewenangan provinsi ataupun pusat,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin mengajak masyarakat untuk terus menjaga komunikasi dan silaturahmi dengan pemerintah daerah.

“Kalau ada keluhan silakan disampaikan. Jangan justru membuat berita hoaks atau informasi yang tidak berimbang. Mari kita pecahkan persoalan bersama-sama,” ucap Abdul Waris.

Dalam sesi dialog, masyarakat menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi. Salah satunya terkait turunnya harga tandan buah segar (TBS) sawit yang saat ini disebut hingga mengalami penurunan sebesar Rp 800 per kilogram.

Menanggapi hal tersebut, Bupati mengatakan bahwa harga sawit dipengaruhi banyak faktor, termasuk persoalan tata niaga di lapangan.

“Selama ini memang banyak permainan harga sawit. Kita berharap penurunan harga sawit ini bisa segera teratasi,” katanya.

Selain itu, pengurus Masjid Darul Aman juga menyampaikan kondisi menara masjid yang saat ini mengalami pergeseran sehingga memunculkan keretakan di sejumlah bagian bangunan masjid.

Menanggapi hal tersebut, Mudyat menegaskan bahwa keselamatan jamaah harus menjadi prioritas utama.

“Kalau memang menara itu berdampak terhadap bangunan masjid dan membahayakan, lebih baik dibongkar demi keselamatan umat. Kita tidak bisa membayangkan kalau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan,” tegasnya.

Pengurus masjid Darul Aman juga mengeluhkan minimnya bantuan hewan kurban dari pemerintah karena masjid tidak memiliki donatur tetap, serta mempertanyakan besaran insentif marbot dan imam masjid yang saat ini dinilai masih rendah, yakni sekitar Rp200 ribu.

Selain itu, pihak masjid juga mengeluhkan persoalan banjir akibat air pasang yang kerap menggenangi area belakang masjid dan permukiman sekitar. Warga berharap pemerintah dapat membangun tanggul untuk mengatasi persoalan tersebut dan warga setempat siap menghibahkan lahan miliknya. (hms6/pemkabppu/loh)