Wagub Kaltim Ajak Nahdiyin Perkuat Peran untuk Daerah dalam Harlah NU Seabad di IKN

Berita, Nusantara48 Dilihat
banner 468x60

Kacamatanegeri.com, IKN- Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Timur (Kaltim), Seno Aji menegaskan momentum Hari Lahir (Harlah) ke-100 Nahdatul Ulama (NU) yang di gelar di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN) dapat menjadi motivasi dan semangat dalam membangun bangsa, khususnya daerah.

“Diharapkan Milad NU seabad tahun ini menjadi momentum introspeksi bagi seluruh warga dan pengurus NU untuk mewujudkan Indonesia yang semakin baik, termasuk Kaltim,” kata Seno Aji dalam sambutannya, Sabtu (31/1/2026).

banner 336x280

Wagub menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama merupakan salah satu pilar utama bangsa yang memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan IKN sekaligus menjaga persatuan dan moderasi beragama di Kaltim, khususnya di kawasan IKN.

Terlebih lagi NU memiliki basis massa yang besar di Bumi Etam dengan latar belakang profesi yang beragam. Potensi tersebut, kata dia, menjadi kekuatan sosial yang sangat penting bagi pembangunan daerah.

“Anggota NU sangat banyak di Bumi Kaltim, dengan profesi yang sangat beragam. Oleh karena itu, melalui Milad ke-100 NU ini, seluruh warga maupun pengurus NU diharapkan selalu berintrospeksi diri dan memberikan kontribusi yang lebih baik bagi daerah,” ucapnya Seno.

Menurutnya, para pendiri NU seperti KH Hasyim Asy’ari tidak mewariskan kekayaan materi, melainkan nilai-nilai luhur berupa keikhlasan, keberanian, kebijaksanaan, dan kecintaan terhadap tanah air. Nilai-nilai tersebut dinilai sangat relevan dalam menjawab tantangan pembangunan bangsa saat ini, termasuk pembangunan IKN.

Baca Juga :  Sukseskan Program MBG di Kaltim, Pemkab PPU Kebagian 22 Dapur Pelayanan

“NU berdiri sejak tahun 1926 dan hingga kini tetap utuh, tidak terpecah belah, serta konsisten menjaga keutuhan bangsa. Ini adalah kekuatan besar yang patut kita banggakan bersama,” ujar Seno Aji.

Sementara, penceramah yang juga Ketua Umum PP Persatuan Guru Nahdlatul Ulama, KH Asep Saifuddin Chalim, dalam tausiyahnya menekankan pentingnya menjaga persatuan dan menjauhi kezaliman serta pertikaian sosial.

Menurutnya, NU sejak awal berdiri membawa misi keislaman yang moderat dan meneduhkan. Nilai-nilai tersebut dinilai relevan untuk menjaga harmoni sosial, terlebih di tengah proses pembangunan besar di Kaltim sebagai lokasi IKN.

“Dengan NU, masyarakat diharapkan hidup rukun, damai, dan sejahtera. Kesuksesan negara juga sangat ditentukan oleh doa orang-orang saleh agar Indonesia semakin maju dan makmur,” tuturnya.

Ia berharap, melalui peringatan Harlah ke-100 NU, para ulama terus membimbing generasi muda dan meninggalkan warisan ilmu yang bermanfaat bagi masa depan bangsa dan daerah.

Kegiatan ini dihadiri Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono, Bupati Penajam Paser Utara Mudiyat Noor, anggota DPRD Kaltim, Ketua MUI Kaltim KH Muhammad Rasyid, Ketua PWNU Kaltim HM Fauzi A. Bachtar, serta Wakil Rais Syuriyah PWNU Kaltim KH Azhar Qowwim. (Loh)

banner 336x280