Waduk Manggar Turun di Level 9,5 Meter, Ketersediaan Air Tetap Terjaga

Berita, Daerah, Nusantara290 Dilihat
banner 468x60

Kacamatanegeri.com, BALIKPAPAN– Perusahaan Daerah Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) mulai mengantisipasi dampak musim kemarau yang melanda Kota Balikpapan hampir sebulan terakhir. Kondisi tersebut berdampak mulai menurunnya debit air waduk yang menjadi salah satu sumber air baku.

Direktur Utama (Dirut) PTMB Yudhi Syaharuddin menyatakan, pihaknya terus memantau kondisi waduk untuk memastikan ketersediaan air bagi masyarakat tetap terjaga.

banner 336x280

“Kita sedang masuk musim kemarau panjang. Sudah dua minggu ini tidak ada hujan. Kami memantau terus waduk, memang sudah mengalami penurunan debit,” kata Yudi usai menghadiri Upacara HUT RI ke-81 di Halaman Kantor Walikota Balikpapan, Selasa (17/8/2026).

Yudhi mengungkapkan, ketinggian air waduk saat ini berada di level sekitar 9,5 meter. Kondisi normalnya dapat mencapai 12 meter.

“Meski mengalami penurunan, kondisi waduk masih cukup aman untuk pengambilan air,” katanya

Bahkan, lanjut Yudhi, PTMB masih mampu mengambil air sekitar 1.000 liter per detik hingga Agustus 2026.

Menurut Yudi, pola pengambilan air dari waduk telah dihitung bersama Balai Wilayah Sungai (BWS).

“Berdasarkan pola pengelolaan yang telah disusun BWS, pengambilan air masih dapat dilakukan apabila hingga Desember tidak terjadi hujan, volume pengambilan air berpotensi dikurangi menjadi sekitar 75 persen dari kondisi normal,” sebutnya.

Untuk mengantisipasi penurunan debit waduk, PTMB menyiapkan sejumlah sumber air alternatif. Salah satunya dengan memanfaatkan embung atau bendali lain yang potensial untuk dikelola sebagai sumber air baku.

Baca Juga :  DPRD Balikpapan Sahkan APBD-P 2025 Senilai Rp 4,7 Triliun

“PTMB sudah berkoordinasi dengan instansi kehutanan agar pengelolaan sumber air alternatif tersebut dapat segera dilakukan, agar bisa dialirkan ke masyarakat,” ujarnya.

Selain embung, PTMB juga telah menambah sejumlah sumur. Hampir 10 sumur tambahan telah dibangun pada 2025 dan lokasinya tersebar di sejumlah wilayah Balikpapan. Seperti sumur di Kampung Baru yang baru dikunjungi.

“Lokasi 10 sumur ada di Balikpapan Barat, Timur, Utara, kemudian ada juga di Kampung Damai,” jelas Yudhi.

Sumber air tersebut diperkirakan memiliki kapasitas sekitar 20 liter per detik dan dapat membantu memenuhi kebutuhan warga di sekitar kawasan tersebut.

Selain memperkuat sumber air baku, PTMB juga menyiapkan distribusi air menggunakan mobil tangki apabila terjadi kekurangan pasokan di sejumlah wilayah.

Ia menyebut saat ini PTMB memiliki 12 mobil tangki. Jumlah tersebut akan ditambah dengan dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar). Rencana juga ada 2 tangki didatangkan di bulan September.

“Mudah-mudahan nanti bisa standby terus apabila benar-benar kita mengalami kekurangan,” ujar Yudi.

Menurut dia, distribusi menggunakan mobil tangki akan dilakukan berdasarkan wilayah yang mengalami dampak kekurangan air. PTMB akan memperkuat koordinasi untuk memetakan daerah terdampak, termasuk kawasan dataran lebih tinggi. (loh)

 

banner 336x280