Wabup PPU Soroti Porsi MBG yang Tak Habis

Advertorial, Berita29 Dilihat
banner 468x60

KACAMATANEGERI.COM, PPU – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) secara umum dinilai sukses dalam pelaksanaan dan kualitas menu. Namun, Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin, menyoroti satu tantangan krusial, banyak anak usia sekolah, terutama TK dan SD, yang tidak menghabiskan porsi makanan bergizi yang disajikan.

Temuan ini disampaikan Waris Muin usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) bersama Satuan Tugas (Satgas) MBG di sejumlah lokasi, termasuk TK Al Banjari, baru-baru ini.

banner 336x280

“Secara umum, pelaksanaan MBG ini sangat bagus. Dapur-dapur MBG yang kami tinjau semuanya berjalan baik, dan pendistribusiannya tepat waktu, bahkan sebelum jam 8 pagi sudah standby,” tegas Waris Muin, Rabu (26/11/2025).

Meskipun secara kualitas rasa dan gizi menu telah disesuaikan dengan arahan Bupati, masalah utama terletak pada porsi yang tersisa di piring anak-anak. Waris Muin menduga rendahnya nafsu makan ini disebabkan oleh faktor kebiasaan di rumah yang berbeda drastis dengan menu yang disajikan MBG.

“Catatannya tidak terlalu besar, hanya saja namanya anak-anak TK dan SD, porsinya sering tidak dihabiskan. Kita menduga mereka kaget dengan menu yang bervariasi dan bergizi lengkap disajikan,” sebutnya.

Menurutnya, anak-anak terbiasa dengan menu sederhana di rumah. Ketika di sekolah disajikan menu yang lengkap dengan lauk pauk, tempe, sayur-sayuran, hingga buah-buahan, hal ini menjadi sesuatu yang asing.

Baca Juga :  Dinas Pertanian PPU Terapkan Sistem Pertanian Organik Bersertifikat LSO

“Di rumahnya mungkin tidak ada menu selengkap itu. Begitu dia lihat, mereka kaget,” ungkap Waris Muin.

Selain dugaan ‘kaget menu’, faktor lain yang disebut memengaruhi adalah kebiasaan anak minum sebelum makan, yang membuat mereka cepat merasa kenyang. Oleh karena itu, Waris Muin menekankan bahwa fokus selanjutnya adalah mencari solusi agar anak-anak dapat menghabiskan seluruh makanan bergizi yang telah disiapkan.

“Ini menjadi pekerjaan rumah bagi Satgas. Bagaimana kita bisa meningkatkan nafsu makan itu, agar anak-anak menghabiskan makanan yang sangat bergizi ini. Mungkin ada penyesuaian menu agar lebih sesuai dengan selera mereka,” pungkas Waris Muin. (Adv)

banner 336x280