UMKM Binaan KPwBI Balikpapan Curi Perhatian Panggung KKI 2026

Transaksi Tembus Rp 80 Juta, Diapresisi Menteri Keuangan dan Ketua Dekranasda Kaltim

Berita, Daerah, Nusantara91 Dilihat
banner 468x60

Kacamatanegeri.com, BALIKPAPAN– Komitmen mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus ditunjukkan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan (KPwBI) Balikpapan dengan menghadirkan lima UMKM binaan dalam acara Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 yang berlangsung sukses mulai 20-23 Agustus 2026 di Hall A dan B JICC Jakarta.

UMKM binaan menampilkan produk unggulannya (showcasing), yaitu Batik Sekar Buen, Batik Poyung, dan Batik Zahro untuk kategori wastra dan ready to wear. Sementara untuk kategori makanan minuman olahan, mengikutkan Salakilo dan Kampoeng Timur.

banner 336x280

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi mengatakan, keikutsertaan UMKM binaan  dalam event KKI 2026 di Jakarta menjadi bagian dari upaya perluasan eksposur dan akses pasar yang lebih luas terhadap produk UMKM mitra KPwBI Balikpapan, baik untuk nasional maupun ekspor.

“Keikutsertaan UMKM binaan KPwBI Balikpapan dalam KKI 2026 tidak hanya menjadi kesempatan untuk mempromosikan produk, tetapi juga membuka akses pasar, memperluas jejaring, dan meningkatkan daya saing UMKM agar semakin naik kelas,” ujar Robi.

Alhasil pada hari pertama KKI 2026, booth wastra dan ready to wear KPwBI Balikpapan berhasil mendapat perhatian dan apresiasi dari sejumlah pejabat tinggi negara dan tokoh nasional yang menyempatkan diri melihat secara langsung produk-produk UMKM yang ditampilkan.

Di antaranya Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kaltim, Syarifah Suraidah Rudy Mas’ud, Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa, Komisaris Utama PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk Agus D.W. Martowardojo, serta sejumlah tokoh nasional lainnya.

Kehadiran para tokoh nasional tersebut menjadi momentum penting bagi UMKM binaan KPwBI Balikpapan untuk memperkenalkan kekayaan produk kreatif Kalimantan Timur sekaligus menunjukkan bahwa produk daerah memiliki kualitas, desain, dan cerita yang mampu tampil di panggung nasional.

Salah satu produk yang menjadi perhatian adalah produk wastra dan ready to wear khas Kalimantan Timur. Batik Poyung dan Batik Zahro yang berasal dari Balikpapan menghadirkan batik dengan desain kontemporer yang tetap berakar pada kekayaan alam dan budaya Kalimantan. Adapun Batik Sekar Buen berasal dari Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Batik Poyung menghadirkan busana siap pakai, kain batik, scarf, dan tas kerajinan yang dibalut dengan batik tulis bertema ampiek yang dibuat secara handmade, sementara Batik Zahro menghadirkan wastra, ready to wear, dan aksesori fesyen dengan inovasi penggunaan pewarna alami dari limbah kayu Bangkirai. Batik Sekar Buen juga turut membawa cerita kekayaan alam dan budaya Borneo melalui motif khas seperti enggang, rusa sambar, dan anggrek hitam.

Baca Juga :  Terdata 65 Persen Kasus Malaria di Perbatasan PPU dan Paser

Keberhasilan ketiga pelaku UMKM wastra tersebut lolos mengikuti rangkaian event KKI 2026 setelah melalui rangkaian kurasi yang ketat dari para kurator ternama, tidak terlepas dari upaya KPwBI Balikpapan yang telah memfasilitasi workshop studi tiru pada tahun 2025 ke Solo Jawa Tengah melibatkan 15 UMKM wastra dan ready to wear, termasuk peserta KKI.

Workshop ini memfokuskan pada teknik inovasi desain, dan motif, pemanfaatan pewarna alam, metode penghitungan biaya dan HPP, desain ready to wear kekinian, serta penguatan aspek pasar. Sejalan dengan itu, workshop yang diselenggarakan KPwBI Balikpapan pada awal tahun 2026 semakin memperkuat pengetahuan dan kapasitas UMKM mitra mengenai inovasi desain dan motif wastra termasuk ready to wear, sehingga semakin memperkuat dan juga semakin meningkatkan kualitas produk UMKM wastra dan ready to wear mitra, yang pada akhirnya mendukung ketiga UMKM mitra lolos mengikuti event KKI 2026.

Keikutsertaan tiga UMKM binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan pada kategori wastra dan ready to wear dalam KKI 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), membuahkan capaian positif dan hasil yang menggembirakan. Selain mendapatkan apresiasi dari sejumlah pengunjung atas produk yang ditampilkan, juga berhasil meraih total penjualan lebih dari Rp 80 juta selama 4 hari penyelenggaraan event.

Tingginya transaksi tersebut tidak hanya mencerminkan apresiasi pasar terhadap kualitas dan keunikan produk yang ditampilkan oleh UMKM mitra, melainkan juga menunjukkan bahwa inovasi dan kreasi motif dan desain yang mengangkat kekayaan serta identitas budaya Balikpapan maupun PPU, telah memiliki daya tarik tersendiri bagi konsumen pada tingkat nasional.

Capaian ini sekaligus menjadi bukti bahwa UMKM di Wilayah Kerja KPwBI Balikpapan terus menunjukkan peningkatan kualitas dan daya saing produk naik kelas, didukung oleh kemampuan untuk menghasilkan produk dengan inovasi desain dan kreasi motif yang berorientasi pada demand dan selera pasar, sehingga mendorong perluasan pasar secara lebih luas.

Baca Juga :  Yuk! Kenalan dengan Sibuta Diskominfo PPU

Selain itu, UMKM sektor makanan dan minuman mitra KPwBI Balikpapan juga memperoleh kesempatan mengikuti penjajakan business matching secara luring dengan 6 calon buyer, yaitu dari Australia, China, Taiwan, Afrika, Amerika, dan Singapura.

Fasilitasi business matching tersebut diharapkan dapat membuka peluang transaksi dan kerja sama bisnis, memperluas akses pasar domestik maupun ekspor, serta meningkatkan kesiapan UMKM binaan Bank Indonesia Balikpapan untuk memenuhi kebutuhan dan standar pasar yang lebih luas.

Dengan demikian, partisipasi pada KKI 2026 tidak hanya menjadi sarana promosi produk, melainkan juga menjadi momentum untuk mendorong UMKM lokal di Wilayah Kerja KPwBI Balikpapan memiliki kualitas produk yang semakin meningkat, semakin memahami demand dan selera pasar, memperkuat jejaring usaha, dan meningkatkan daya saing produk, sehingga dapat mendorong perluasan pasar naik kelas.

KKI 2026 juga menghadirkan 44 rangkaian kegiatan. Talkshow ekonomi-keuangan inklusif dan berkelanjutan, pagelaran karya kreatif, business matching pembiayaan, ekspor dan value chain, showcase UMKM unggulan digelar secara daring dan luring, area Cangkir Nusantara, showcase pariwisata, serta berbagai kegiatan aktivasi, ruang interaksi dan instalasi hijau. KKI 2026 menampilkan beragam produk UMKM hasil kurasi, mulai dari wastra, ready to wear, aksesori, home decor, kopi, makanan dan minuman olahan, hingga atraksi desa wisata.

Melalui media, KPwBI Balikpapan mengajak masyarakat untuk turut ambil bagian dalam mendukung UMKM Indonesia dengan membeli dan menggunakan produk-produk unggulan UMKM yang hadir dalam KKI 2026.

“Meski rangkaian pameran secara langsung di Hall A dan B JICC, Jakarta telah berakhir, masyarakat masih dapat berbelanja dan memberikan dukungan secara daring melalui situs www.karyakreatifindonesia.co.id yang hingga saat ini masih membuka akses penjualan produk UMKM peserta KKI 2026. Bersama, kita dukung UMKM Indonesia untuk terus bangkit, berdaya saing, dan menjadi kebanggaan bangsa,” pungkas Robi. (loh)

banner 336x280