Kacamatanegeri.com, PENAJAM – Sukses mematangkan titik pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Tanjung Tengah dan Nenang tahun ini, Dinas Perikanan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kini menyiapkan rencana ekspansi program tersebut ke tiga lokasi baru pada tahun mendatang.
Ekspansi ini, tentunya diambil sebagai wujud komitmen daerah dalam menyukseskan Proyek Strategis Nasional (PSN) demi memperluas kesejahteraan seluruh masyarakat pesisir Benuo Taka.
Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten PPU, Rusli, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mengawal program prioritas nasional tersebut, pembangunannya tetat sasaran.
“Karena ini merupakan Proyek Strategis Nasional yang memang harus jalan untuk kesejahteraan masyarakat itu sendiri,” ucap Rusli saat menghadiri rapat koordinasi teknis di Kantor DLH PPU, Kamis (29/10/2026).
Menghadapi rencana penambahan tiga lokasi baru tahun depan, Dinas Perikanan berfokus menyelesaikan kejelasan alas hak dan legalitas tanah sejak dini, agar dikemudian hari tidak bermasalah.
“Ini kita masih telusuri. Mudah-mudahan untuk legalitasnya bisa jelas. Kalau di Babulu sudah pasti jelas karena itu milik kabupaten, tanah-tanah daerah, tidak ada masalah. Yang dua ini saja yang nanti bagaimana. Adakah ibaratnya inginkah masyarakat menghibahkan? Tapi kita sudah melakukan komunikasi dengan pemilik lahan,” jelas Rusli.
Rusli menggarisbawahi pentingnya melakukan pendekatan sosial serta musyawarah bersama warga pemilik lahan sebelum proyek dikerjakan oleh Kementerian nantinya.
“Tidak mungkin kita membeli itu kalau tidak ada pembicaraan awal dengan pemilik, itu harus jadi perhatian,” tegasnya.
Terkait spesifikasi kebutuhan lahan, Rusli memaparkan bahwa setiap titik proyek KNMP memerlukan standar luasan tertentu yang dilengkapi dermaga tambat kapal.
“Kalau luasan untuk KNMP ini kan kurang lebih setengah hektar. Ya, itu syarat-syaratnya. Pengembangan ke depannya lebih banyak untuk Babulu, terus Waru, kalau bisa yang dekat dengan IKN juga,” tutup Rusli. (Adv/d1)


















