Tatap Peluang IKN, Bupati PPU Temui Menteri Ekraf

Artikel, Berita296 Dilihat
banner 468x60

KACAMATANEGERI.COM, JAKARTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) berupaya dalam mengamankan posisi strategis sebagai daerah yang berdekatan langsung dengan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Langkah nyata ditunjukkan Bupati PPU, Mudyat Noor, saat menemui Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, di Jakarta, Selasa (16/12/2025).

banner 336x280

Audiensi ini menjadi momentum penting bagi Kabupaten PPU untuk menyinkronkan potensi industri kreatif lokal dengan kebijakan strategis nasional.

Dalam pertemuan tersebut, Mudyat menyampaikan ambisinya untuk membawa pelaku ekonomi kreatif (Ekraf) lokal naik kelas. Status PPU yang kini bersinggungan langsung dengan IKN dianggap sebagai modal besar yang harus segera dioptimalkan.

“PPU bukan lagi sekadar daerah penyangga, melainkan bagian integral dari hadirnya IKN. Ini adalah peluang emas bagi ekraf lokal untuk tumbuh dan bersaing di level yang lebih tinggi,” tegas Mudyat.

Bupati menekankan, industri kreatif bukan sekadar hobi, melainkan kekuatan ekonomi baru. Ia pun menitipkan harapan agar Kementerian Ekraf memberikan dukungan konkret, antara lain; pembangunan kawasan ekonomi kreatif, fasilitasi pelatihan khusus bagi talenta lokal, hingga penyediaan platform promosi dan edukasi berskala nasional.

Dikatakannya, Kabupaten PPU memiliki kekayaan aset kreatif mulai dari seni budaya, festival kuliner, hingga industri fesyen dan komunitas musik. Mudyat menargetkan pada tahun 2026, PPU sudah memiliki ekosistem kreatif yang inklusif dan mandiri.

Baca Juga :  Sepanjang 2024, Angka Penanganan Kasus DBD di PPU Naik Turun

“Kami tidak ingin ini hanya soal karya sesaat. Target kami di 2026 adalah membangun ekosistem berbasis komunitas yang berkelanjutan, sehingga nilai ekonominya benar-benar dirasakan masyarakat,” tambahnya.

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menyambut hangat inisiatif jemput bola yang dilakukan Pemkab PPU.

Dirinya mengakui bahwa tantangan terbesar pelaku kreatif di daerah adalah akses pasar, meski kualitas produk mereka sudah sangat baik.

“Kami bekerja sama dengan daerah karena sumber potensi itu ada di sana. Melalui program Akselerasi Kreatif, kami akan menjaring talenta dari PPU untuk dikolaborasikan dengan program Kementerian,” ujar Teuku Riefky.

Ia menyebut, pentingnya peran aktif Pemda dalam melakukan pendataan dan pembinaan yang intens agar produk lokal tidak hanya berhenti di pasar domestik, tetapi mampu menembus pasar internasional. (loh)

banner 336x280