Strategi Pengolahan Limbah dan Pasokan Solar KNMP Tanjung Tengah

Advertorial, Berita47 Dilihat

Kacamatanegeri.com, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bergerak cepat menyelaraskan dokumen teknis pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tanjung Tengah dengan kondisi riil di lapangan.

Penanganan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) perikanan hingga jaminan ketersediaan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) menjadi dua isu krusial yang dibahas intensif guna mendukung peran PPU sebagai penyokong pangan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Dalam rapat lintas sektor di Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) PPU, Sekretaris Dinas Perikanan PPU, Rusli, mengakui kerap terjadi ketidaksesuaian antara perancangan Detail Engineering Design (DED) awal dengan dinamika lapangan.

“Memang situasi di lapangan dengan DED kadang tidak sinkron. Makanya kita perlu ada perbaikan atau adendum nantinya. Saran dan masukan hari ini akan kita sampaikan kepada PPK KKP dari pusat dan kontraktor yang bekerja,” ujar Rusli, Kamis (29/10/2026).

Salah satu fokus perbaikan dokumen perencanaan yang diserap dari DLH adalah pengelolaan sistem limbah cair pengolahan ikan agar tidak mencemari ekosistem kawasan pesisir.

“Terkait IPAL dan limbah air ikan dilarikan ke mana, nanti perlu ada kajian lebih lanjut. Semua saran dari rapat ini kita tampung untuk ditindaklanjuti pada tahap berikutnya,” tambah Rusli.

Di samping pembenahan limbah dan fasilitas air bersih, Dinas Perikanan PPU juga menaruh perhatian besar pada ketersediaan energi dasar bagi operasional kapal nelayan. Walaupun belum tercantum dalam masterplan awal, penyediaan SPBN di area KNMP akan terus diperjuangkan melalui koordinasi bersama PT Pertamina.

“SPDN ini kan memang di luar perencanaan awal KNMP, tapi ini jadi PR kita. Masa nelayan tidak ada BBM-nya, nanti perlu ada kajian dan komunikasi lanjutan dengan pihak Pertamina,” tegasnya.

Rusli optimistis bahwa pembenahan infrastruktur pendukung ini merupakan langkah strategis menyambut potensi pasar IKN yang kian membesar.

“Dengan adanya IKN, kita yakin permintaan dari konsumen akan meningkat. Kebutuhan pasti bertambah, sehingga pengembangan KNMP ini akan kita lakukan secara bertahap ke depannya,” tandasnya. (Adv/d1)