Sistem Seleksi Terbuka SNT, Pintu Kesempatan Guru PNS dan Honorer

Advertorial, Berita, Daerah1538 Dilihat
banner 468x60

Kacamatanegeri.com, PENAJAM – Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) sekolah negeri yang mengintegrasikan jenjang SMP dan SMA dalam satu tata kelola dan ekosistem pembelajaran yang berkesinambungan.

Salah satu SNT yang akan dibangun di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), tepatnya bilangan Kecamatan Babulu. Salah satu titik krusial yakni soal tenaga pendidik atau guru di sekolah tersebut nantinya.

banner 336x280

Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten PPU, Durajat, mengatakan, sistem perekrutan tenaga pendidik dan kependidikan di SNT menggunakan mekanisme seleksi terbuka secara menyeluruh.

Mekanisme ini diambil guna menyaring sumber daya manusia berkualitas tinggi yang sesuai dengan standar baru pengelolaan sekolah terintegrasi di wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Dirinya bilang, pendaftaran posisi pendidik ini dibuka secara transparan bagi siapa saja yang berminat. Kesempatan terbuka lebar baik bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun tenaga honorer, serta tidak membatasi asal daerah pendaftar, termasuk calon pelamar dari luar PPU seperti Kota Balikpapan.

“Silakan melar untuk kepala dan wakil kepala sekolah, termasuk untuk tenaga kependidikan. Silakan saja siapa yang berminat baik itu dari tenaga honorer maupun PNS, silakan saja,” kata Durajat, Rabu (21/10/2026).

Mengenai proses penyaringan, Durajat menegaskan, tim penilai dan panitia seleksi dibentuk langsung oleh Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalimantan Timur. Dalam pelaksanaannya, tim tersebut juga berkoordinasi erat dengan Otorita IKN melalui Deputi Bidang Sosial dan Budaya.

Baca Juga :  Mudyat Noor Kunjungi Desa Kayu Api, Janji Buka Lapangan Kerja

Tak hanya itu, penyiapan kualifikasi serta mutu perkuliahan dan pendampingan juga melibatkan perguruan tinggi ternama, salah satunya Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

“Terbuka bagi pendidik yang memenuhi kualifikasi, di mana salah satu figur yang mengikuti proses seleksi berasal dari lingkungan SMPN 15 PPU untuk kepala sekolahnya,” jelasnya.

Terkait tenaga pendidik yakni guru disesuaikan dengan jenjang pendidikan pada dengan alokasi jumlah pengajar yang pada prinsipnya mirip dengan sekolah formal pada umumnya, begitupun tenaga kependidikan, formasi staf operasional dan administrasi pendukung kegiatan belajar mengajar.

“Seperti sekolah formal saja. Cuma nanti bedanya ketatnya standar kualitas proses seleksi pendidik, penyaringan calon siswa, hingga penyediaan fasilitas penunjang modern,” pungkas Durajat. (Adv)

banner 336x280