Sinyal Darurat Energi, Bakal Ada WFH Lagi, Pemerintah Sedang Merancang Aturan Kebijakannya

Daerah, Nusantara1470 Dilihat
banner 468x60

Kacamatanegeri.com, JAKARTA– Presiden Prabowo Subianto akan menyiapkan kebijakan work from home atau bekerja dari rumah dalam rangka penghematan bahan bakar minyak (BBM) imbas perang di Timur Tengah.

Kebijakan itu direncanakan usai Lebaran 2026. Demikian wacana tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai rapat bersama Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (19/3/2026).

banner 336x280

Airlangga Hartarto mengatakan penghematan BBM perlu karena tingginya harga minyak. Salah satu cara berhemat melalui pengurangan waktu kerja di kantor.

“Perlu efisiensi daripada waktu kerja di mana akan dibuka fleksibilitas untuk work from home,” kata Airlangga.

Dikatakan Airlangga, kebijakan WFH saat ini masih dirancang oleh pemerintah. Rencananya, WFH akan berlaku untuk satu hari kerja dalam satu pekan.

Pemerintah, kata Airlangga, akan menerapkan kebijakan itu untuk aparatur sipil negara atau ASN di level pusat dan daerah.

Dari situ, pemerintah berharap perusahaan swasta juga ikut mengikuti langkah kebijakan yang nantinya diterapkan. “Ini diharapkan tidak hanya untuk ASN, tetapi juga swasta,” ucapnya.

Rancangan kebijakan WFH ini menurut Airlangga, kemungkinan direncanakan setelah libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. “Jika konsepnya sudah matang, pemerintah akan mengumumkan aturan WFH ke public,” ungkapnya.

Presiden Prabowo sebelumnya meminta seluruh pihak menghemat BBM untuk menghadapi gejolak harga dan pasokan minyak mentah akibat perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Harga minyak dunia melonjak akibat perang di kawasan Timur Tengah tersebut.

Baca Juga :  Hadirkan Orangtua Murid, SMP 10 Balikpapan Sosialisasikan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

Prabowo mengatakan Indonesia harus melakukan langkah-langkah proaktif menghadapi dampak perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.

“Dalam arti kita harus melakukan penghematan konsumsi BBM,” kata Prabowo dalam sidang kabinet di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026).

Untuk diketahui, Selat Hormuz menjadi titik panas utama dalam konflik antara Iran melawan Israel dan AS (per Maret 2026), di mana Iran membalas agresi dengan menutup jalur vital bagi 20% minyak dunia ini. Ketegangan ini mengancam krisis energi global, memaksa kapal tanker mematikan pelacak, dan memicu ancaman perluasan konflik ke Selat Bab el-Mandeb oleh Houthi. (*)

banner 336x280