Sinergi Pemkab PPU dan PHKT Tangani Karhutla

Advertorial, Berita, Daerah1527 Dilihat
banner 468x60

Kacamatanegeri.com, PENAJAM – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kini memasuki babak baru. Menghadapi potensi ancaman kebakaran yang masif, Pemerintah Kabupaten PPU mempererat kolaborasi strategis bersama PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT).

Sinergi ini menjadi angin segar dalam memperkuat kesiapsiagaan armada operasional sekaligus mematangkan mitigasi risiko di wilayah rawan bencana.

banner 336x280

Upaya konkret tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi penanganan Karhutla. PHKT secara tegas menyatakan kesiapannya mendukung penuh kebijakan Pemkab PPU, termasuk rencana perpanjangan status tanggap darurat bencana.

Tak sekadar dukungan di atas kertas, PHKT siap menerjunkan bantuan teknis dan armada seperti mobil tangki air melalui koordinasi intensif bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU.

Namun, strategi yang diusung tak hanya berfokus pada pemadaman api di lapangan. PHKT menyadari betul bahwa upaya pencegahan dini adalah kunci utama. Oleh karena itu, perusahaan secara intensif menggelar sosialisasi dan edukasi keselamatan kepada masyarakat yang bermukim di sepanjang jalur pipa operasional, serta para pekerja internal yang berdomisili di wilayah PPU.

Langkah preventif ini bertujuan meminimalisasi risiko aktivitas warga yang dapat memicu kebakaran lahan sekaligus melindungi aset vital daerah.

Sikap responsif dan komitmen berkelanjutan dari pihak swasta ini mendapat apresiasi tinggi dari Sekretaris Daerah (Sekda) PPU, Tohar. Ia menegaskan bahwa perang melawan Karhutla tidak bisa dimenangkan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan lintas sektor secara padu dan berkesinambungan.

Baca Juga :  Alami Gangguan Mesin, KMP Mukhlisa Tenggelam di Perairan Penajam, Dua ABK Dikabarkan Hilang

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak, termasuk dunia usaha, yang telah bahu-membahu membantu penanganan teknis sekaligus mengedukasi masyarakat terkait bahaya karhutla,” ujar Tohar.

Tohar menambahkan, tambahan sumber daya dari perusahaan sangat krusial untuk mengatasi tantangan medan berat, kendala aksesibilitas, dan keterbatasan pasokan air saat krisis terjadi di lapangan.

“Dengan koordinasi terpadu di bawah kendali BPBD PPU, kerja sama ini diharapkan mampu menciptakan sinergi yang solid demi mencegah timbulnya titik api baru,” pungkas Tohar. (Adv)

banner 336x280