Simbol Toleransi, OIKN Apresiasi Perayaan Satu Abad NU di KIPP IKN

Berita, Nusantara63 Dilihat

Kacamatanegeri.com, IKN– Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimanantan Timur (Kaltim)  tidak hanya berorientasi pada aspek fisik, tetapi juga harus memiliki jiwa keagamaan, spiritual, dan nilai kebangsaan yang kuat.

Demikian ditegaskan Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono saat menghadiri peringatan Milad ke-100 Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Kaltim, Sabtu (31/1/2026).

Basuki menyampaikan apresiasi kepada Pengurus Wilayah NU Kaltim yang telah memilih Nusantara sebagai lokasi peringatan satu abad NU. Menurutnya, kehadiran para ulama dan kiai menjadi penopang utama agar pembangunan IKN tidak sekadar menghasilkan bangunan fisik semata.

“Tanpa doa restu dan dukungan para ulama, kiai, dan tokoh agama, pembangunan ini hanya akan menjadi benda-benda mati. Karena itu, kami berharap Milad NU ini menjadi pengisi jiwa bagi Nusantara yang kelak menjadi ibu kota kita bersama,” ujar Basuki.

Ia menjelaskan bahwa nilai-nilai yang dikembangkan NU memiliki keterkaitan erat dengan pilar pembangunan IKN, terutama dalam menjaga kelestarian lingkungan. Pembangunan di IKN, lanjutnya, tidak dilakukan dengan merusak alam, tetapi memulihkan dan mengembalikan fungsi ekologis kawasan.

“Kami tidak membabat alam, tetapi memulihkannya. Kawasan yang sebelumnya merupakan hutan tanaman produksi kini dikembalikan menjadi hutan tropis dengan keanekaragaman hayati yang lebih baik. Ini sejalan dengan semangat NU dalam menjaga alam,” ucapnya.

Selain aspek lingkungan, Basuki juga menekankan peran IKN sebagai laboratorium kerukunan umat beragama. Itu ditunjukkan di sekitar Masjid Negara yang sedang dibangun, akan hadir pula Basilika, Gereja, Kelenteng, dan Pura sebagai simbol toleransi dan persatuan bangsa.

Peringatan Milad ke-100 NU di IKN ini menjadi momentum penting untuk menegaskan bahwa pembangunan ibu kota negara baru diarahkan tidak hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga sebagai ruang hidup yang menjunjung tinggi nilai keagamaan, kebudayaan, serta persatuan nasional.

Milad dihadiri Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, Bupati PPU, Mudyat Noor, jajaran pengurus NU se-Kaltim, Sekretaris Daerah (Sekda) PPU, Tohar, tokoh agama, tokoh masyarakat, ibu-ibu pengajian, serta berbagai pihak terkait lainnya. (Hms6/Loh)