Sikapi Konflik Timur Tengah, Walikota Balikpapan Minta Warga Tidak “Panic Buying” BBM dan Kebutuhan Pokok

Berita, Nusantara380 Dilihat

Kacamatanegeri.com, BALIKPAPAN– Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengimbau kepada seluruh warga Balikpapan untuk tidak panic buying terhadap bahan bakar minyak (BBM) maupun kebutuhan pokok di tengah situasi geopolitik yang berkembang di kawasan Timur Tengah.

Penegasan disampaikan Rahmad Mas’ud saat memberikan sambutan dalam Safari Ramadan 1447  Hijriah kelima Pemerintah Kota (Pemkot) yang juga dirangkai peringatan Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah di Masjid Madinatul Iman Balikpapan Islamic Center, Jumat (6/3/2026).

“Jangan timbun sembako, jangan panik antre BBM,” ujar Rahmad.

Rahmad menyatakan pemerintah telah menjamin ketersediaan pasokan BBM. Karena itu, diharapkan warga tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan.

Menurutnya, kepanikan justru dapat mempercepat habisnya stok yang sebenarnya telah dialokasikan untuk jangka waktu tertentu.

“Kalau panik, biarpun sudah dialokasikan satu bulan, bisa habis dalam satu atau dua minggu,” jelasnya.

Rahmad mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar terkait kondisi pasokan energi maupun kebutuhan pokok.

“Intinya tetap bijak dalam berbelanja serta menjaga stabilitas dan ketertiban ditengah situasi global yang penuh dinamika,” ucapnya.

Untuk itu Rahmad mengajak jamaah yang hadir untuk mendoakan agar situasi dunia kembali damai.

“Mari kita perbanyak doa agar bangsa kita tetap terjaga, khususnya Kota Balikpapan yang kita cintai,” ujarnya.

Menurutnya, konflik di berbagai belahan dunia perlu menjadi pengingat bagi masyarakat untuk memperkuat solidaritas dan kepedulian sosial.

“Semoga dunia selalu dalam keadaan damai dan masyarakat kita tetap dalam kondisi aman,” katanya.

Peringatan Nuzulul Qur’an menghadirkan penceramah dari Medan, Ustad Anugrah Cahyadi yang dikenal dengan sapaan Ustad Ucay.

Dalam ceramahnya, Ustad Ucay mengiatkan pentingnya menjadikan Alquran pedoman hidup agar terhindar perbuatan keji dan mungkar, juga menekankan pentingnya menghormati guru, orang tua, dan ulama sebagai bagian dari nilai-nilai utama dalam kehidupan umat Islam. (dwn)