Semarak Festival Nondoi 2026, Disbudpar PPU Fasilitasi LAP Sematkan Gelar Kehormatan Adat Paser untuk Bupati

banner 468x60

Kacamatanegeri.com, PENAJAM – Gelaran tahunan Festival Belian Adat Paser Nondoi yang dijadwalkan berlangsung November mendatang dipastikan bakal menyuguhkan momen bersejarah dan penuh kesakralan bagi masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) PPU merencanakan pemberian gelar kehormatan adat Paser secara khusus kepada Bupati PPU, Mudyat Noor. Prosesi pengukuhan nan sakral ini diproyeksikan menjadi puncaknya kemegahan acara seremonial pembukaan festival di panggung utama.

banner 336x280

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Kabupaten PPU, Aji Luqman Panji, mengungkapkan penganugerahan penghargaan adat kepada jajaran pemangku kebijakan daerah sejatinya merupakan tradisi penghormatan luhur yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Kendati demikian, proses penetapan rincian nama gelar masih terus dimatangkan melalui koordinasi intensif bersama pengurus Lembaga Adat Paser (LAP).

“Gelar kehormatan ini memang diperuntukkan bagi pejabat negara, pimpinan pemerintah, atau penguasa daerah. Penyerahannya direncanakan secara langsung di lokasi prosesi adat pada saat pembukaan festival,” ucapnya, Senin (19/10/2026).

Aji Luqman secara khusus memberikan klarifikasi penting terkait sebutan gelar yang akan disematkan. Gelar yang tengah disiapkan adalah Kakak Demong Agung Nata Negara, bukan Nata Diningrat. Ia meluruskan bahwa frasa Nata Negara dialokasikan khusus bagi jajaran pimpinan tertinggi dalam struktur pemerintahan.

Sementara itu, sebutan Nata Diningrat umumnya hanya diperuntukkan bagi tokoh yang memiliki trah atau mengalirkan garis keturunan bangsawan bergelar Aji.

Baca Juga :  Berlangsung Khidmat, Pemkot Balikpapan Gelar Upacara HUT RI Ke-81 di Halaman Balaikota

Koordinasi cermat dengan Lembaga Adat Paser dianggap sangat krusial, terutama dalam menentukan penomoran atau urutan tingkatannya. Penandaan ini penting untuk menjaga nilai historis agar tidak terjadi kekeliruan dengan para pemimpin PPU terdahulu yang telah lebih dahulu menerima kehormatan serupa.

Berdasarkan catatan Disbudpar PPU, penganugerahan gelar kehormatan Kakak Demong Agung Nata Negara tercatat baru disematkan kepada dua pimpinan daerah terdahulu. Pada 2007 dianugerahkan kepada mantan Bupati Yusran Aspar saat momen bersejarah pengukuhan Dewan Adat Paser di Gunung Seteleng.

Pada 2018 disematkan kepada Abdul Gafur Mas’ud (AGM) dalam rangkaian ritual pesta adat Nondoi, dan 2026 Mudyat Noor diproyeksikan menjadi penerima gelar ketiga dalam sejarah perjalanan Kabupaten PPU.

Pihak Disbudpar berharap Lembaga Adat Paser dapat mencermati penyesuaian urutan historis ini agar seluruh tahapan ritual penganugerahan gelar pada Festival nanti berlangsung khidmat, sakral, berkesinambungan, serta menjadi kebanggaan bagi seluruh warga PPU. (Adv)

banner 336x280