Sekda PPU Tekankan Kesiapsiagaan Bencana, Minta OPD Pastikan Peralatan Siap Pakai

Berita, Daerah529 Dilihat
banner 468x60

Kacamatanegeri.com, PPU – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Tohar, menyampaikan sejumlah pesan penting saat memimpin apel bersama yang dirangkai dengan latihan fisik gabungan di halaman Kantor Bupati PPU, Rabu (15/4/2026).

Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) yang memiliki peran strategis dalam penanggulangan bencana hadir dikegiatan tersebut, diantaranya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemadam Kebakaran (Damkar), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta Brigade Pengendali Api dari Bidang Perkebunan Dinas Pertanian.

banner 336x280

Dalam arahannya, Tohar menegaskan, meskipun kondisi saat ini relatif normal, seluruh OPD yang bersinggungan langsung dengan penanganan bencana harus tetap dalam kondisi siap dan siaga.

Ia meminta agar situasi yang kondusif saat ini dimanfaatkan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aset dan peralatan yang dimiliki masing-masing instansi.

“Gunakan situasi ini untuk mengecek kembali rekapitulasi aset yang kita kuasai. Pastikan jumlahnya, jenisnya, serta kondisinya, sehingga seluruh perlengkapan benar-benar siap digunakan saat dibutuhkan,” tegasnya.

Tohar juga mengingatkan agar tidak ada peralatan yang justru tidak dapat difungsikan ketika kondisi darurat terjadi. Menurutnya, kesiapan harus dibangun sejak dini, terutama pada saat situasi masih normal.

“Jangan sampai kita memiliki peralatan, tetapi tidak bisa digunakan saat dibutuhkan. Justru ketika kondisi normal seperti sekarang, semua harus dipastikan dalam keadaan siap,” ujarnya.

Ia mencontohkan sejumlah peralatan sederhana seperti linggis, gergaji, hingga chainsaw yang mungkin terlihat tidak terlalu dibutuhkan saat ini, namun akan sangat vital dalam kondisi bencana.

Baca Juga :  Bupati PPU Hadiri Rakernas APKASI XVII di Batam

“Bencana itu tidak bisa diprediksi kapan datangnya. Karena itu, kita harus selalu waspada dan mempersiapkan segala sesuatunya sejak sekarang,” tambahnya.

Lebih lanjut, Tohar menekankan pentingnya proses identifikasi dan verifikasi terhadap seluruh perlengkapan yang dimiliki, guna memastikan semuanya dapat digunakan secara optimal pada saat dibutuhkan.

“Kita harus berpikir dengan pendekatan terburuk dalam memprediksi bencana, agar kesiapsiagaan kita benar-benar maksimal,” katanya.

Kegiatan apel gabungan juga dirangkai peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) Tahun 2026, dengan subtema “Bersatu dalam Siaga Tangguh Menghadapi Bencana.” (hms6/ppu)

banner 336x280