Sekda PPU Soroti Minimnya Dampak Realisasi Program Pelaku Usaha Lokal

Berita, Daerah1696 Dilihat
banner 468x60

Kacamatanegeri.com, PPU – Kegiatan Halalbihalal yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Jumat (17/4/2026), tak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum evaluasi atas kinerja organisasi yang dinilai belum optimal dalam mendorong sektor kerajinan dan UMKM.

Sekretaris Daerah (Sekda) PPU, Tohar, secara tegas mengingatkan agar Dekranasda tidak sekadar aktif dalam kegiatan seremonial, namun mampu menghadirkan program yang benar-benar berdampak bagi pelaku usaha lokal.

banner 336x280

“Kita jangan terjebak pada kegiatan rutinitas tanpa hasil yang jelas. Program yang disusun harus realistis, terukur, dan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Tohar di hadapan pengurus Dekranasda, pimpinan OPD, serta perwakilan perbankan.

Tohar menilai, selama ini masih terdapat kesenjangan antara perencanaan program dengan implementasi di lapangan. Padahal, Dekranasda memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah daerah dalam membina, mengembangkan, hingga memperluas pasar produk kerajinan.

Menurutnya, tantangan utama bukan lagi pada penyusunan program, melainkan pada konsistensi pelaksanaan dan keberanian melakukan evaluasi terhadap program yang tidak berjalan efektif.

“Kalau hanya bagus di atas kertas tapi tidak terealisasi, itu tidak ada artinya. Kita butuh langkah konkret, bukan sekadar wacana,” tegasnya.

Di sisi lain, ia juga menyoroti pentingnya sinergi lintas sektor, terutama dengan lembaga keuangan dan OPD terkait, yang dinilai belum sepenuhnya dimanfaatkan untuk memperkuat akses permodalan dan pemasaran bagi pelaku UMKM.

Baca Juga :  Dua Pelajar PPU Lolos Seleksi Paskibraka Nasional 2025

Meski kegiatan diawali dengan Halalbihalal yang sarat nilai kebersamaan, Tohar mengingatkan bahwa semangat tersebut harus diterjemahkan ke dalam kerja nyata yang produktif dan berkelanjutan, bukan hanya simbolis.

“Silaturahmi itu penting, tapi yang lebih penting adalah bagaimana energi kebersamaan ini kita bawa ke dalam kerja nyata,” tambahnya.

Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan, melainkan menjadi titik awal pembenahan kinerja Dekranasda PPU agar lebih responsif terhadap kebutuhan pelaku usaha dan mampu berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif daerah.

Tanpa perubahan pola kerja yang lebih terarah dan berorientasi hasil, Dekranasda dikhawatirkan akan sulit keluar dari bayang-bayang kegiatan seremonial yang minim dampak nyata bagi masyarakat. (hms/ppu)

banner 336x280