Rumput Laut Dominasi Produksi Budidaya Perikanan PPU

Advertorial, Berita1484 Dilihat

Kacamatanegeri.com, PENAJAM – Dinas Perikanan Kabupaten Penajam Paser Utara mencatat total produksi sektor perikanan budidaya di wilayahnya telah mencapai kisaran 13.000 ton. Penyerapan angka produksi yang terbilang sangat besar ini mencakup berbagai komoditas unggulan daerah, mulai dari sektor perikanan air tawar hingga komoditas tambak dan perairan laut.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Penajam Paser Utara, Andi Trasodiharto, menjelaskan bahwa total capaian produksi tersebut merupakan akumulasi keseluruhan dari ragam hasil budidaya yang dikembangkan oleh kelompok masyarakat pembudidaya di daerah setempat, khususnya didaerah sepanjang pesisir pantai PPU.

“Total produksi perikanan budidaya kita kurang lebih sekitar 13.000 ton. Jumlah tersebut sudah mencakup sektor perikanan air tawar yang saat ini berada di kisaran 3.000 ton, didalamnya ada berbagai komoditas unggulan lainnya,” ujar Andi Trasodiharto, Kamis (22/10/2026).

Ia memaparkan, selain perikanan air tawar, berbagai komoditas yang berkontribusi besar dalam menopang volume hasil perikanan budidaya di Kabupaten Penajam Paser Utara meliputi ikan bandeng, kepiting, udang, dan rumput laut.

Komoditas-komoditas ini diproduksi melalui pengelolaan kawasan tambak serta budidaya perairan pantai yang tersebar luas di semua wilayah pesisir PPU.

Dari keseluruhan jenis komoditas yang dikembangkan oleh para pembudidaya lokal, komoditas rumput laut tercatat memberikan kontribusi paling dominan terhadap total volume produksi budidaya daerah saat ini.

Dengan begitu, hasil panen rumput laut menjadi penopang utama dalam memacu peningkatan tonase hasil budidaya secara keseluruhan di Penajam Paser Utara.

“Dari keseluruhan total produksi tersebut, komoditas yang paling banyak mendominasi saat ini adalah rumput laut,” tambah Andi.

Pemerintah Kabupaten PPU berkomitmen untuk terus mendorong optimalisasi potensi perikanan budidaya sebagai salah satu pilar penggerak ekonomi masyarakat.

Melalui penguatan sarana dan prasarana pendukung, pendampingan teknis kepada para petambak, serta peningkatan efisiensi pengelolaan pascapanen diharapkan mampu menjaga konsistensi produktivitas perikanan daerah secara berkelanjutan. (Adv)