Resmi Dilantik Jadi Ketua AKPSI 2025-2030, Mudyat Noor Siap Dukung

Berita, Daerah, Nusantara1740 Dilihat
banner 468x60

Kacamatanegeri.com, JAKARTA – Bupati Penajam Paser Utara (PPU), H. Mudyat Noor, resmi dilantik sebagai Ketua Asosiasi Kabupaten Penghasil Sawit Indonesia (AKPSI) masa bakti 2025–2030.

Pelantikan dipimpin Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono di Auditorium Kementerian Pertanian Gedung F, Jakarta, yang dihadiri 165 bupati dan wali kota dari daerah penghasil sawit di seluruh Indonesia, Senin (20/4/2026).

banner 336x280

Momentum tersebut diharapkan mampu memperkuat sinergi antar daerah sekaligus memperjuangkan kepentingan daerah dalam pembangunan sektor perkebunan berkelanjutan.

Usai dilantik Mudyat Noor menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian atas dukungan terhadap sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Wakil Menteri Pertanian yang telah melantik pengurus AKPSI periode 2025–2030 serta terus memberikan perhatian terhadap peningkatan produktivitas pertanian dan penguatan ketahanan pangan nasional,” ucap Mudyat.

Ia menegaskan, kepengurusan AKPSI periode 2025–2030 diharapkan mampu bekerja secara solid, inovatif, dan responsif terhadap berbagai tantangan, seperti isu keberlanjutan, perubahan iklim, tuntutan pasar global, implementasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO), diversifikasi usaha, agroforestri, konflik manusia dan satwa liar, hingga persoalan lahan gambut dan kebakaran hutan.

Selain itu, AKPSI juga berkomitmen mendukung program strategis nasional, termasuk pengembangan biodiesel B50 sebagai bagian dari upaya diversifikasi energi.

“Kami mendukung program Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto, khususnya dalam mendorong diversifikasi energi melalui pengembangan B50,” kata Mudyat.

Baca Juga :  Perjuangan Pemkab PPU, Aset di Sepaku yang Masuk OIKN Wajib Terima Kompensasi

Ia berharap kebijakan tersebut tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan para pelaku usaha dan pekebun sawit di seluruh Indonesia.

“Kami yakin program ini dapat memberikan dampak nyata bagi ketahanan energi sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pekerja dan pekebun sawit,” tutupnya.

Mitra Strategis Pembangunan Berkelanjutan dan Berdaya Saing Global

Sementara itu dalam sambutannya, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menekankan pentingnya peran AKPSI dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen sawit dunia yang berdaya saing dan berkelanjutan.

“AKPSI harus menjadi motor penggerak kolaborasi antar daerah penghasil sawit, sekaligus mitra strategis pemerintah dalam memastikan tata kelola sawit yang berkelanjutan dan berdaya saing global,” jelasnya.

Ia juga berharap kepengurusan yang baru dapat mendorong peningkatan produktivitas serta kesejahteraan petani sawit di daerah.

“Kami berharap AKPSI di bawah kepemimpinan Bapak Mudyat Noor mampu memperkuat sinergi pusat dan daerah, serta menghadirkan kebijakan yang berpihak pada petani dan keberlanjutan sektor sawit,” tambahnya.

AKPSI memiliki peran strategis sebagai wadah koordinasi, kolaborasi, dan advokasi bagi kabupaten penghasil sawit guna meningkatkan kontribusi terhadap pembangunan daerah dan nasional. Sektor kelapa sawit sendiri memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi.

Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk mewujudkan tata kelola sawit yang berkelanjutan, inklusif, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga :  Alokasi Rp 150 Juta dari Diskan PPU untuk Tingkatkan Produktivitas Nelayan di Tanjung Tengah

Pelantikan ini menjadi langkah awal bagi AKPSI untuk semakin memperkuat posisi daerah penghasil sawit sebagai mitra strategis dalam pembangunan nasional. Kepemimpinan Mudyat Noor diharapkan mampu membawa semangat baru dalam mendorong kemajuan daerah penghasil sawit di Indonesia. (hms19/pemkab-ppu)

banner 336x280