Progres Makan Bergizi Gratis di PPU Capai 30 Persen

Berita, Daerah936 Dilihat
banner 468x60

KACAMATANEGERI.COM, PPU – Program unggulan pemerintah pusat, Makan Bergizi Gratis (MBG), terus dikebut di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Hingga saat ini, tercatat sekira 10.500 pelajar atau 30-40 persen dari total target 32 ribu siswa di Bumi Taka telah merasakan manfaat program.

banner 336x280

Bupati PPU, Mudyat Noor, menegaskan komitmennya untuk terus mengawal perluasan jangkauan program ini agar segera menyentuh seluruh pelajar di PPU. Meski baru mencapai 30 persen, kesiapan infrastruktur di PPU tergolong maju.

Saat ini, telah beroperasi 5 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum yang tersebar di beberapa titik strategis, yakni Kecamatan Penajam; SPPG Gunung Steleng, SPPG Penajam, dan SPPG Kelurahan Salolang. Kecamatan Sepaku; SPPG Bumi Harapan dan SPPG Tengin Baru.

Seluruh dapur umum ini telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), menjamin keamanan dan kebersihan makanan yang dikonsumsi siswa.

Mudyat bersama unsur Forkopimda berkesempatan meninjau langsung pelaksanaan MBG di SMA Negeri 1 PPU. Dalam kunjungan tersebut, ia mengamati antusiasme para pelajar saat menyantap menu yang disajikan.

“Kami bersama-sama mengawal proses ini agar terlaksana lancar hingga ke sekolah penerima manfaat. Pelajar merasa bersyukur; yang biasanya belum sarapan kini bisa makan di sekolah. Uang saku pun bisa dialihkan orang tua untuk kebutuhan penunjang belajar lainnya,” ujar Mudyat, Kamis (18/12/2025).

Menjawab kekhawatiran mengenai kondisi kesehatan khusus siswa, Mudyat memastikan bahwa tim di lapangan telah bergerak secara detail. Pihak sekolah dan Tim SPPG telah mengantongi data siswa yang memiliki alergi, misalnya alergi telur.

Baca Juga :  Tohiron Soroti Pengelolaan Pasca Panen, Minta Pemerintah Siapkan Jaminan Pasar

“Bagi siswa yang alergi, tim telah menyiapkan menu alternatif dengan nilai gizi yang setara,” jelasnya.

Selain meninjau sekolah, Mudyat juga mengecek kebersihan di SPPG Penajam guna memastikan standar gizi dan sanitasi tetap terjaga hingga makanan sampai ke meja siswa.

“Untuk kebersihan ada tim penilai, termasuk higiene,” tandas Mudyat. (loh)

banner 336x280