Kacamatanegeri.com, BALIKPAPAN– Presiden RI Prabowo Subianto, Senin (12/1/2025) meresmikan proyek kilang minyak atau Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur. Proyek yang masuk ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) ini menjadi kilang yang terbesar di Indonesia dengan kapasitas pengolahan mencapai 360 ribu barel per hari.
“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, saya Prabowo Subianto Presiden RI, dengan ini meresmikan infrastruktur energi terintegrasi Pertamina RDMP Balikpapan,” ucap Presiden RI Prabowo Subianto dalam proses peresmian.
Presiden dalam sambutannya menyampaikan, peresmian kilang minyak di Indonesia menjadi petanda penguatan ketahanan energi nasional yang pernah dilakukan pada 32 tahun lalu. Artinya, RDMP Balikpapan menjadi yang cukup bersejarah di Indonesia.
“Ya lumayan cukup bersejarah, tentunya saya menyambut bahagia dan merasa sangat bangga atas yang kita hasilkan hari ini pada peresmian ini dan saya ucapkan terima kasih pada semua unsur, semua pihak jajaran personalia bekerja keras sehingga kita berhasil mencapai hal ini,” terang Prabowo.
Untuk itu Presiden juga mengucapkan terima kasih kepada Pertamina dan ESDM yang telah bekerja keras mewujudkan kilang terbesar yang dimiliki Indonesia.
“Selamat, terima kasih Pertamina-ESDM, lanjutkan pekerjaan, hasilkan Pertamina yang hebat, efisien. Yang jadi national champion, Pertamina harus kembali menjadi agen of change, agen of development, agen of modernisation,”.
Hemat Devisa Rp 60 Triliun
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia menyampaikan, bahwa RDMP Balikpapan menjadi kilang minyak yang terbesar di Indonesia dengan nilai investasi mencapai Rp123 triliun, yang mampu meningkatkan kapasitas dari 260 ribu barel menjadi 360 ribu barel Euro V dan menuju Net Zero Emission (NZE).
Bahlil menyatakan, adanya RDMP Balikpapan mampu menghemat devisa Rp 60 triliun lebih dengan tidak melakukan impor BBM Solar.
“Bicara ini tidak ada impor solar ke depan. Karena kebutuhan solar kita 3,8 juta, dengan adanya B40-B50 kita menambah 5 juta, impor kita tinggal 5 juta jadi tertutupi, bahkan surplus 1,4 juta. Itu untuk solar C48, sementara C51 impor hanya 600 ribu KL. Nanti Semester kedua saya minta pertamina bangun supaya gak impor lagi,” ungkap Bahlil dikesempatan mendampingi Presiden dalam peresmian.
Ke depan, kata Bahlil, dengan adanya RDMP Balikpapan ini juga produksi RON 92, 95 dan 98 akan mengalami peningkatan. “Itu supaya tidak kita impor lagi. Supaya badan-badan usaha swasta ini beli produksi dalam negeri lewat Pertamina,” ucap Bahlil.
Sematkan Kualitas Euro V Ramah Lingkungan
Dikesempatan yang sama Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri menyampaikan, bahwa proyek RDMP Balikpapan ini adalah proyek terintegrasi dari hulu hingga hilir. Di mulai dengan pipa Senipah sepanjang 78 Kilometer (km), dengan jantungnya adalah Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) yang bisa mengolah residu yang biasa tidak diolah sekarang diolah.
“Kemudian kapasitas 260 ribu barel menjadi 360 ribu barel per hari dengan kualitas Euro V yang ramah lingkungan.
Kemudian, RDMP Balikpapan ini juga terintegrasi dengan terminal Tanjung Batu yang bisa mengalirkan ke Indonesia Timur berkapasitas 125.000 KL serta empat dermaga.
“Dengan demikian ini wujud, kemudian tonggak sejarah bangsa meningkatkan kemandirinan kita di bidang energi. Kita menunjukkan berdiri di kaki sendiri dan menunjukan ke swasembada energi,” tegas Simon.
“Terima kasih Bapak Presiden Prabowo, ini adalah wujud peran nyata Pertamina, ini wujud merah putih bagi perwira {ertamina, ini wujud ketulusan dan kemampuan serta pelayanan seluruh perwira Pertamina sepenuh hati,” ungkap Simon.
Untuk diketahui, RDMP Balikpapan yang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional yang dikerjakan PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB). Perusahaan ini merupakan anak usaha dari PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), Subholding Pengolahan dan Petrokimia milik PT Pertamina (Persero). (loh)
