Kacamatanegeri.com, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bersiap memikat para investor pada ajang Mahakam Investment Forum (MIF) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada medio Oktober 2026.
Dalam gelaran bergengsi tingkat Provinsi Kalimantan Timur tersebut, Kabupaten PPU secara khusus mengandalkan dua paket investasi Investment Project Ready to Offer (IPRO) unggulan yang berfokus pada sektor perhotelan dan peternakan penggemukan sapi.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten PPU, Amrullah, mengatakan sebenarnya terdapat lima potensi investasi di PPU yang telah disusun kajiannya untuk ditawarkan kepada calon investor. Namun, setelah melalui proses presentasi dan kurasi intensif bersama Bank Indonesia (BI), dua sektor tersebut dinilai paling siap dan matang untuk disodorkan secara resmi kepada investor.
“Dari berbagai usulan daerah, kita awalnya mengajukan lima potensi investasi. Namun, setelah dipresentasikan di hadapan Bank Indonesia, dua paket ini yang dinyatakan paling siap untuk masuk katalog IPRO Kaltim di forum Mahakam Investment Forum pekan depan,” katanya, Senin (19/10/2026).
Amrullah menegaskan, keunggulan utama dari dua proyek IPRO unggulan PPU ini terletak pada aspek kepastian dan kejelasan lahan yang klir. Masalah legalitas serta status lahan kerap menjadi kendala utama dalam realisasi investasi daerah, tetapi untuk proyek perhotelan dan peternakan ini dipastikan telah siap tanpa sengketa.
Untuk sektor peternakan, proyek yang difokuskan pada penggemukan sapi skala besar tersebut berlokasi di Kelurahan Sotek, Kecamatan Penajam. Estimasi nilai investasinya diproyeksikan mencapai sekitar Rp150 miliar. Seluruh area proyek memanfaatkan lahan milik Perusda yang sudah siap pakai.
Sementara itu, untuk sektor perhotelan, lokasi yang disiapkan berada di kawasan strategis Coastal Road, tepat di samping Perumahan Korpri jalur menuju rumah jabatan bupati PPU. Lahan tersebut juga dikelola oleh Perusda, menjadikannya sangat bernilai strategis bagi pengembangan fasilitas akomodasi mendukung kawasan penyangga ibu kota.
“Mengapa dua sektor ini yang menjadi fokus, kuncinya ada pada kesiapan dokumen studi kelayakan dan kebersihan status lahan. Investor tidak perlu khawatir mengenai kendala lahan karena seluruhnya sudah siap,” pungkas Amrullah. (Adv)
