Kacamatanegeri.com, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) berfokus pada pengelolaan lingkungan hidup serta percepatan rencana pembangunan sarana pendidikan daerah. Yakni, rencana berdirinya Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Kecamatan Babulu.
Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten PPU, Durajat, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian koordinasi tersebut berjalan sangat lancar dan mendapatkan dukungan penuh dari berbagai elemen instansi lintas sektor.
Rangkaian agenda rapat diawali dengan agenda pembahasan sidang substansi dokumen standar teknis terkait pemanfaatan air limbah domestik untuk tanaman SNT Kapten PPU. Kata Durajat, pembahasan dipaparkan secara mendalam oleh tim konsultan dan disaksikan langsung oleh para perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
“Dimana presentasi atau masukan dari pihak dinas terkait seperti UKL-UPL (Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup),” kata Durajat, Rabu (21/10/2026).
Ia bilang, pihaknya telah mengundang secara lengkap seluruh dinas dan instansi terkait untuk menghimpun berbagai masukan konstruktif mengenai dokumen UKL-UPL pembangunan sekolah tersebut. Antara lain, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perikanan.
Kemudian, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bapedalitbang), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pihak Perumda Air Minum Danum Taka hingga tingkat Kecamatan Babulu dan Kepala Desa Babulu Darat.
“Dari hasil dialog intensif tersebut, masyarakat lokal menyambut sangat positif rencana investasi pendidikan ini. Kepala Desa Babulu Darat menegaskan bahwa warga mendukung penuh dan dipastikan tidak ada permasalahan sosial di lapangan,” sebut Durajat.
Terkait kesiapan infrastruktur pendukung, Durajat membeberkan beberapa poin kunci utama, yakni status lahan pembangunan dipastikan sudah clear and clean. Lahan yang awalnya diperuntukkan sebagai lokasi Korpri milik Pemkab PPU tersebut kini telah resmi diplot dan dialokasikan khusus untuk kawasan Sekolah Nasional Berintegritas.
“Jaringan pipa utama milik PDAM dilaporkan sudah terpasang hingga mencapai area SMK 3 yang berada tepat di dekat lokasi. Selain itu, pasokan air bersih juga diperkuat oleh kualitas air sumur bor di wilayah sekitar yang terbukti jernih dan layak guna,” sebutnya.
Sementara perizinan dan kelengkapan dookumen lainnya, termasuk kajian Analisis Dampak Lalu Lintas (Amdal Lalin), terus dipenuhi dan diproses tanpa adanya kendala berarti. Begitupun penyusunan Detail Engineering Design (DED) ditangani langsung oleh kementerian terkait.
“Kawasan sekolah ini nantinya dirancang memiliki RTH (Ruang Terbuka Hijau) yang asri serta fasilitas kesehatan khusus berupa Unit Kesehatan Sekolah (UKS) yang dibangun modern layaknya sebuah klinik,” tutup Durajat.
Saat ini, pihak pemerintah daerah bersama dinas teknis masih terus berkoordinasi secara berkala dengan pihak kementerian guna menunggu informasi dan keputusan final terkait detail desain bangunan sebelum melangkah ke tahap fisik selanjutnya. (Adv)















