PPU Siapkan 54 Desa Jadi Kampung Budidaya Ikan Unggulan

banner 468x60

Kacamatanegeri.com, PENAJAM – Dinas Perikanan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mematangkan konsep pemetaan potensi daerah untuk memperkuat ketahanan pangan sektor perikanan. Ke depan, seluruh desa dan kelurahan yang tersebar di empat kecamatan akan didorong untuk memiliki produk perikanan unggulan masing-masing, mulai dari sektor perikanan tangkap hingga budidaya air tawar.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten PPU, Andi Trasodiharto, mengungkapkan dari total 54 desa dan kelurahan di PPU, wilayah pesisir akan dimaksimalkan untuk perikanan tangkap. Sementara itu, wilayah daratan difokuskan pada pengembangan budidaya ikan air tawar menggunakan berbagai media, seperti kolam tanah, kolam terpal, hingga kolam beton.

banner 336x280

Salah satu fokus wilayah yang terus didorong adalah Kecamatan Waru yang ditargetkan menjadi sentra Kampung Budidaya Gurami. Meski pemeliharaan gurami tergolong rumit dan membutuhkan siklus pemeliharaan yang cukup panjang dibanding jenis ikan lain, potensi kawasan Waru dinilai sangat kuat dan identik dengan komoditas tersebut.

“Mungkin di Waru ini sudah banyak pengembangan budidaya gurami. Karena pemeliharaannya cukup rumit dan memakan waktu lama, Waru kita bidik khusus menjadi kampung budidaya gurami. Walaupun ada juga warga yang mengembangkan lele atau nila, identitas utamanya tetap ke gurami,” katanya, Selasa (20/10/2026).

Di samping itu, untuk mendukung keberhasilan produksi di setiap desa, Dinas Perikanan PPU menerapkan prinsip dasar yang berfokus pada kualitas lingkungan hidup ikan, yaitu strategi hidup dulu.

Baca Juga :  DisKUKMPerindag PPU Fasilitasi UMKM Lokal Live Streaming Pasarkan Produk

Menurut Andi, langkah awal yang paling krusial bagi para pembudidaya adalah memastikan kondisi air tempat budidaya memenuhi parameter dasar sebelum mengejar kualifikasi produksi massal.

“Metodenya saat ini adalah memastikan ikan bisa bertahan hidup terlebih dahulu. Selama kondisi pH air cukup dan oksigen terlarut terpenuhi, ikan akan hidup dan berkembang. Syarat utamanya hidup dulu. Jika kualitas lingkungan dasarnya sudah sesuai, peningkatan kapasitas produksi di tahap berikutnya akan jauh lebih mudah,” jelasnya.

Melalui keberadaan kampung-kampung unggulan seperti kampung patin, lele, dan gurami yang terintegrasi di 54 desa/kelurahan, Pemkab PPU optimistis sektor perikanan daerah mampu menjadi pilar ekonomi lokal yang solid dan berkelanjutan. (Adv)

banner 336x280