PPU Jadi Pusat PM-AAS, Targetkan Produksi Padi 10 Ton per Hektar

banner 468x60

Kacamatanegeri.com, PENAJAM – Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memegang peran strategis dalam pelaksanaan program Pertanian Modern Advance Agriculture System (PM-AAS). Dari total alokasi yang direncanakan, sebanyak 3.500 hektar lahan di wilayah PPU resmi ditetapkan sebagai kawasan percontohan penerapan sistem pertanian modern berbasis teknologi tersebut.

Porsi lahan tersebut mencakup sekitar 50 persen dari keseluruhan total program PM-AAS. Hal ini menjadikan PPU sebagai salah satu pusat utama serta tulang punggung penerapan teknologi pertanian masa depan di kawasan tersebut.

banner 336x280

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten PPU, Rozihan Asward, menegaskan Program PM-AAS dirancang secara khusus oleh pemerintah untuk menggenjot volume produksi padi secara intensif, terukur, dan berkelanjutan. Berdasarkan hasil pemantauan langsung pada kegiatan percontohan yang telah dilaksanakan di Malang, penerapan teknologi pertanian modern terbukti ampuh mendongkrak produktivitas lahan secara signifikan. Pada uji coba tersebut, lonjakan hasil panen mampu menembus angka 5 hingga 7 ton per hektar.

Namun, potensi tersebut dinilai masih bisa ditingkatkan lebih maksimal dengan target utama yang ditetapkan oleh pemerintah pusat untuk program PM-AAS di PPU adalah mencapai 10 ton per hektar. Target ini melonjak drastis jika dibandingkan dengan rata-rata hasil panen tradisional atau konvensional yang selama ini hanya berada di kisaran 3 hingga 4 ton per hektar.

“Ya tinggal kali aja kalau rata-ratanya 3,4 ton terus kalikan aja tinggal luasnya. Cuma kalau pakai program PM-AAS ini kan target dari pusat itu 10 ton per hektar,” katanya, Selasa (20/10/2026).

Baca Juga :  Terobosan Layanan Kesehatan, Pemkab PPU Gandeng RS Hermina Nusantara

Untuk mencapai target ambisius tersebut, pemerintah pusat memberikan dukungan penuh bagi para petani di daerah, mulai dari bantuan teknologi, pendampingan teknis, hingga modernisasi infrastruktur penunjang pertanian. Pihaknya optimistis target 10 ton per hektar dapat terealisasi seiring dengan optimalisasi fasilitas dan sarana prasarana yang terus dibenahi di lapangan.

“Ya mudah-mudahan kita bisa capai dengan kondisi infrastruktur kita yang ada, karena memang nanti dibantu full dari pusat,” pungkas Rozihan. (Adv)

banner 336x280