Potensi Panen Patin 10 Ton hingga Rencana Kawasan Wisata Edukasi

Advertorial, Berita12 Dilihat
banner 468x60

Kacamatanegeri.com, PENAJAM – Kawasan Sebakung Jaya di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus menunjukkan potensi besarnya sebagai salah satu sentra utama budidaya ikan patin di daerah. Kendati saat ini para pembudidaya tengah menghadapi tantangan kondisi cuaca ekstrem yang berdampak pada penurunan volume air kolam, kapasitas produksi perikanan di wilayah tersebut terbukti tetap memikat.

Pada kondisi iklim yang normal dan mendukung, produksi patin di Sebagung mampu menembus angka hingga 10 ton hanya dalam satu kali siklus panen.

banner 336x280

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten PPU, Andi Trasodiharto, menjelaskan capaian hasil panen yang berlimpah tersebut disokong oleh tingginya aktivitas serta jumlah kelompok pembudidaya lokal di Sebagung.

Meski demikian, penurunan debit air akibat cuaca ekstrem belakangan ini memang sempat menurunkan volume produksi harian. Guna menjaga keberlanjutan sektor perikanan ini, pemerintah daerah telah menyiapkan langkah antisipasi strategis untuk menyelesaikan kendala utama para peternak, khususnya terkait keterbatasan pasokan dan tingginya biaya pakan.

“Antisipasi yang perlu kita bangun ke depan adalah pendirian pabrik pakan mini di kawasan Sebagung. Kehadiran fasilitas ini sangat krusial agar efisiensi produksi pembudidaya bisa terjaga,” ungkap Andi Trasodiharto, Jumat (23/10/2026).

Upaya tersebut dirancang untuk melengkapi rantai produksi dari hulu ke hilir yang kini mulai digerakkan. Pemerintah daerah sebelumnya telah menyalurkan bantuan infrastruktur kolam melalui Unit Perbenihan Rakyat (UPR).

Baca Juga :  Nurhadi Saputra Sosialisasi Penguatan Demokrasi Daerah di Dapil Balikpapan

Keberadaan UPR ini difungsikan sebagai penyedia benih patin berkualitas yang dapat dibeli dan diakses secara mudah oleh masyarakat sekitar. Strategi jangka panjang Dinas Perikanan Kabupaten PPU adalah membentuk ekosistem budidaya terpadu dengan pembagian peran antar-kelompok masyarakat.

Dimana unit perbenihan dikelola penuh oleh UPR sebagai penyalur bibit unggul secara mandiri. Kemudian, penyedia pakan didukung penuh melalui pengelolaan operasional pabrik pakan mini.

Dijalankan oleh kelompok pembudidaya untuk mengolah hasil panen dan menjangkau pasar yang lebih luas.

“Integrasi rantai pasok ini, Sebakung Jaya tidak hanya diproyeksikan menjadi pusat ketahanan pangan sektor perikanan darat, tetapi juga siap ditransformasikan menjadi kawasan wilayah wisata edukatif berbasis perikanan budidaya di Kabupaten PPU,” tutup Andi. (Adv/d1)

banner 336x280