Pintu Sekolah Umum Wajib Terbuka untuk Anak Berkebutuhan Khusus

Advertorial, Berita37 Dilihat
banner 468x60

Kacamatanegeri.com, PENAJAM – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus berkomitmen mewujudkan kesetaraan akses pendidikan bagi seluruh anak di daerah.

Guna memastikan seluruh anak mendapatkan hak belajar yang setara, Disdikpora PPU mendorong sekolah-sekolah umum di berbagai wilayah untuk terbuka menerima Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK) melalui program pendidikan inklusi.

banner 336x280

Sekretaris Disdikpora PPU, Durajat, menjelaskan langkah ini diambil agar para siswa berkebutuhan khusus tidak terkendala jarak dan keterbatasan fasilitas dalam mengenyam pendidikan.

Selama ini, keberadaan sekolah khusus di PPU masih sangat terbatas dan berpusat di lokasi tertentu. Kondisi tersebut menyulitkan anak-anak yang bermukim di kecamatan yang jauh, seperti Kecamatan Babulu maupun Muara Jawa.

“Kalau tidak kita terima di sekolah umum, kasihan anak-anak kita. Sekolah khususkan jumlahnya terbatas di Penajam, sementara wilayah kita luas. Bagaimana dengan anak-anak yang ada di Babulu atau Muara Jawa, itulah sebabnya sekolah umum harus mau memberikan layanan pendidikan inklusi. Disdikpora tidak membedakan anak normal dan anak berkebutuhan khusus, semuanya harus mendapatkan layanan pendidikan yang sama,” ujar Durajat, Selasa (27/10/2026).

Guna menunjang kesiapan sekolah umum, Disdikpora PPU memprioritaskan penyelenggaraan pelatihan berkesinambungan bagi para guru. Pelatihan ini dirancang untuk memperdalam pemahaman tenaga pendidik terkait konsep, kebijakan, serta identifikasi PDBK di kelas. Durajat menekankan pentingnya meluruskan pemahaman guru terkait kriteria anak berkebutuhan khusus.

Baca Juga :  Dishub PPU Segera Realisasikan Uji KIR Kendaraan Tangki

“Pemahaman guru tidak boleh sebatas pada anak yang mengalami keterlambatan belajar atau bicara saja, melainkan juga mencakup kondisi lain seperti anak yang hiperaktif,” terangnya.

Selain meningkatkan kapasitas tenaga pendidik, Disdikpora PPU saat ini juga sedang gencar melakukan pemetaan data PDBK di seluruh sekolah. Pendataan ini dilakukan secara berjenjang dan terintegrasi mulai dari TK, SD, hingga SMP. Hal ini agar basis data anak berkebutuhan khusus dapat terekam secara presisi dan terus berlanjut saat siswa berpindah jenjang sekolah.

 

“Penguatan kompetensi guru dan data yang akurat, optimis seluruh sekolah di Penajam Paser Utara siap menjadi tempat belajar yang ramah dan inklusif,” pungkas Durajat. (Adv/d1)

banner 336x280