PHM Hasilkan Produksi Gas 20 MMSCFD dari Onstream Platform Ketiga Proyek Sisi Nubi AOI

Berita, Nusantara22 Dilihat
banner 468x60

Kacamatanegeri.com, BALIKPAPAN – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) kembali mencatatkan capaian penting dalam mendukung ketersediaan dan ketahanan energi nasional, melalui keberhasilan onstream Platform WPN-7 yaitu NB-701 dan NB-702, pada Proyek Sisi Nubi Area of Interest 1-3-5 (SNB AOI 1-3-5) di lapangan lepas pantai Sisi Nubi, Wilayah Kerja Mahakam, Kalimantan Timur.

Keberhasilan onstream Platform WPN-7 menjadi tonggak penting sebagai platform ketiga yang telah mencatatkan produksi dari total enam platform dalam pengembangan Proyek SNB AOI 1-3-5.

banner 336x280

Onstream Platform WPN-7 dimulai pada 23 Maret 2026 dengan melakukan rump-up sumur NB-701 yang mencatatkan produksi gas hingga 9,8 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) pada 25 Maret 2026.

Kemudian disusul oleh sumur NB-702 yang mulai onstream pada 26 Maret 2026 dengan capaian produksi gas hingga 12,5 MMSCFD.

Monitoring dan stabilisasi sumur terus dilakukan agar produksi kedua sumur gas ini dapat dioptimalkan hingga 20 MMSCFD pada tahap awal produksi.

Capaian ini sesuai dengan rencana dan target onstream yaitu pada akhir kuartal pertama tahun 2026 dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan dan keandalan operasi yang semakin memperkuat kinerja awal tahun yang menggembirakan.

Sebelumnya, dua platform lainnya, WPS-4 telah onstream pada 4 Desember 2025 dan WPS-5 pada 23 Februari 2026 lalu, menandai progres pengembangan lapangan yang berjalan konsisten dan terintegrasi.

Baca Juga :  Perkuat Program Nasional dan Daerah, Bupati PPU Audiensi dengan Krakatau Steel

Komitmen Operasi Hulu Migas Selamat, Andal dan Berkelanjutan

General Manager PHM, Setyo Sapto Edi, menegaskan pencapaian pada proyek ini menjadi bukti komitmen PHM dalam menghadirkan operasi hulu migas yang selamat, andal, dan berkelanjutan.

“Keberhasilan ini menunjukkan kesiapan PHM dalam mengoptimalkan potensi lapangan dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan dan keandalan operasi. Setiap tahapan proyek hulu migas ini kami jalankan dengan disiplin tinggi untuk memastikan operasi berjalan selamat, efektif, dan efisien,” ujar Setyo.

Lebih lanjut, Setyo menambahkan bahwa tambahan produksi dari kedua sumur baru ini diharapkan memberikan dampak nyata bagi pasokan energi nasional.

“Dengan capaian produksi awal hingga 20 Juta Standar Kaki Kubik per Hari (Million Standard Cubic Feet per Day atau  MMSCFD), sumur NB-701 dan NB-702 diharapkan berkontribusi signifikan dalam menjaga stabilitas pasokan gas, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional,” tambahnya.

Keberhasilan onstream Platform WPN-7 ini merupakan hasil dari rangkaian persiapan komprehensif oleh seluruh tim yang terlibat. Berbagai pengujian krusial telah dilaksanakan, mulai dari tes Emergency Shutdown (ESD) untuk memastikan sistem proteksi berjalan optimal, hingga leak test menggunakan nitrogen guna menjamin integritas fasilitas tanpa paparan hidrokarbon.

Sumur NB-701 dan NB-702 dioperasikan menggunakan metode controlled ramp-up, yaitu peningkatan produksi secara bertahap melalui pengaturan choke guna menjaga stabilitas tekanan dan aliran. Gas yang diproduksikan dialirkan melalui Sand Filter Unit untuk memastikan partikel padat tersaring dengan baik, sehingga mendukung keandalan fasilitas dan keberlanjutan operasi jangka panjang.

Baca Juga :  DPMD PPU Sosialisasi Transformasi Posyandu Guna Wujudkan Desa Mandiri dan Sejahtera

Keberhasilan onstream ini mendukung pencapaian visi Perusahaan untuk menjadi perusahaan energi nasional terdepan yang mendukung keberlanjutan produksi migas untuk ketersediaan dan ketahanan energi Indonesia sesuai Asta Cita pemerintah terkait swasembada energi.

PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) merupakan salah satu anak perusahaan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) di Zona 8 yang menjalankan pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di Wilayah Kerja Mahakam di Kalimantan Timur.

Sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama bagi pemerintah Indonesia yang diwakili oleh SKK Migas, PHM bersama anak perusahaan dan afiliasi PHI lainnya terus melakukan beragam inovasi dan aplikasi teknologi untuk menghasilkan energi yang selamat, efisien, andal, patuh, dan ramah lingkungan demi mendukung keberlanjutan produksi migas nasional dan mewujudkan #EnergiKalimantanUntukIndonesia. (*)

 

banner 336x280