PESAN 2026 Sukses Tebar Sinergi Pengembangan Ekonomi Syariah

Digelar Dua Hari, Berhasil Datangkan 50 Ribu Pengunjung, Produk Makanan dan Minuman UMKM Habis Terjual

Berita, Daerah38 Dilihat
banner 468x60

Kacamatanegeri.com, BALIKPAPAN– Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan sukses menyelenggarakan event Pekan Ekonomi Syariah Nusantara (PESAN) 2026 yang berlangsung di Mal Pentacity, selama dua hari, pada 27–28 Juni 2026.

Mengusung tema “Sinergi Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah secara Berkelanjutan dan Berdaya Saing”, event ini merupakan bagian dari rangkaian Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Kawasan Timur Indonesia, serta Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026, dan sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Balikpapan, Penajam Paser Utara (PPU), Paser, serta Ibu Kota Nusantara (IKN).

banner 336x280

Penyelenggaraan PESAN 2026 menghadirkan beragam rangkaian kegiatan yang lebih integratif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Rangkaian event mencakup kegiatan edukasi, business matching, showcase UMKM IKRA (Industri Kreatif Syariah Indonesia), fasilitasi perluasan akses pasar dan konsultasi brand khususnya untuk UMKM, penyelenggaraan kompetisi edukatif dan kreatif, hingga workshop dan talkshow eksklusif tematik yang menghadirkan sejumlah praktisi, yaitu UMKM yang telah maju dan berkembang, akademisi, regulator, pengelola marketplace, praktisi, serta pengelola wakaf yang telah berhasil, maju dan berkembang.

Kehadirannya diharapkan mampu memberikan inspirasi, sekaligus memperkuat kapasitas para pelaku ekonomi dan keuangan syariah khususnya untuk skala UMKM, mendorong penguatan kualitas produk, serta memperkuat akses pasar.

Dalam rangkaian pembukaan kegiatan yang dihadiri Walikota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, Bupati PPU, Mudyat Noor, Sekretaris Daerah PPU, Tohar, staf Ahli Bupati Paser, Kepala Kemenag Balikpapan, Masrivani, serta manajemen Mal Pentacity.

Berbagai agenda strategis terselenggara, meliputi apresiasi secara simbolis atas pencapaian business matching pembiayaan syariah yang telah terealisasi kepada UMKM terpilih, penyerahan dukungan sarana dan prasarana bagi pondok pesantren dan kelompok tani dalam mendukung penguatan ketahanan pangan untuk mendukung pengendalian inflasi daerah, serta peluncuran Buku Resep Hidangan Halal dan Thayyib yang disusun bersama Poltekba.

Juga ada deklarasi sertifikasi halal bagi pelaku UMKM, apresiasi kepada nazhir atas penguatan legalitas dan pengembangan wakaf produktif melalui platform Satu Wakaf, peluncuran Buku Khutbah Ekonomi Syariah yang disusun secara bersama Basnaz Kalimantan Timur.

Baca Juga :  Sanggar Seni Borneo Benuo Taka Taklukkan Panggung Festival Kudungga Kaltim 2025

Yang tidak kalah penting, penandatanganan Komitmen Bersama Perluasan Akses Pasar Ekspor untuk UMKM sebagai bentuk sinergi lintas lembaga dalam mendorong UMKM naik kelas dengan mendukung peningkatan akses untuk menembus pasar global.

Penyelenggaraan talkshow dan workshop dalam event PESAN 2026 terdiri atas 6 rangkaian kegiatan, dihadiri 150 peserta untuk setiap rangkaian talkshow/workshop.

Dalam talkshow pertama yang membahas mengenai Halal Entrepreneurship, dihadirkan narasumber Dini Prihastiti (Founder Damakara), Sri Astutik (Founder PT. Sari Bhuwana Nusajaya/Aranaspice), dan Oki Hendro Julianto (Owner Batik Shaho).

Talkshow tersebut membahas mengenai peran storytelling sebagai sarana pemasaran, strategi penguatan kemasan produk, serta strategi membangun kolaborasi dengan masyarakat dan komunitas.

Selanjutnya talkshow kedua yang mengambil tema Strategi Terakses dengan Pasar Digital, menekankan tentang optimalisasi marketplace/social commerce dalam mendukung digital marketing, teknik pembuatan konten, dan pemanfaatan fitur-fitur penjualan marketplace/social commerce.

Lebih lanjut, workshop ketiga membahas mengenai Strategi Mendorong Akses Pasar Ekspor (Halal Go Global), sementara talkshow keempat menekankan pentingnya pengembangan inovasi kemasan dan penguatan branding produk.

Adapun rangkaian kegiatan talkshow yang kelima fokus membahas mengenai Strategi Mendorong Kemandirian Ekonomi Pesantren.

Rangkaian talkshow diakhiri dengan Talkshow Halal Lifestyle bersama Habib Husein Ja’far Al Hadar, yang mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memaknai halal lifestyle sebagai cara hidup yang adaptif & relevan dengan perkembangan zaman.

Habib Husein Ja’far menekankan bahwa syiar ekonomi dan keuangan syariah perlu disampaikan dengan pendekatan yang kontekstual, sehingga mampu menjawab kebutuhan masyarakat di setiap zaman.

Semangat tersebut sejalan dengan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang tidak hanya berorientasi pada aspek kepatuhan syariah, tetapi juga mendorong terwujudnya kemaslahatan sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Rangkaian PESAN 2026 juga dimeriahkan berbagai kompetisi edukatif dan kreatif yang melibatkan masyarakat lintas usia, meliputi kompetisi dai, hadroh, penulisan khutbah ekonomi syariah, entrepreneurship pengembangan usaha, syariah vibe challenge, resep hidangan halal dan thayyib, hingga berbagai lomba edukasi bagi pelajar. Kompetisi tersebut menjadi sarana memperluas literasi ekonomi dan keuangan syariah, sekaligus mendorong lahirnya inovasi dan talenta eksyar di daerah.

Baca Juga :  Borneo Digital Summit 2025 Solusi Strategis Telkom Percepat Digitalisasi Pemerintah Daerah

PESAN 2026 juga menghadirkan Showcase UMKM yang menjadi salah satu daya tarik utama bagi masyarakat.

Sebanyak 38 UMKM mitra Bank Indonesia turut berpartisipasi, terdiri atas 21 UMKM makanan halal dan thayyib, 12 UMKM wastra dan modest fashion (busana siap pakai), 4 UMKM kriya, serta 2 UMKM minuman halal dan thayyib.

Penyelenggaraan showcase diperkuat oleh kehadiran booth mitra strategis Bank Indonesia, yakni Baznas Kaltim, dan Kementerian Agama Kota Balikpapan, Bank Syariah Indonesia (BSI) Area Balikpapan, serta Bank Kaltimtara Syariah yang memberikan berbagai layanan serta edukasi terkait ekonomi dan keuangan syariah kepada masyarakat.

Antusiasme pengunjung terhadap produk UMKM sangat tinggi, tercermin dari seluruh produk pada booth makanan dan minuman halal dan thayyib yang habis terjual, serta kunjungan yang tinggi pada seluruh booth yang tersaji dalam PESAN 2026.

Seluruh transaksi pada area pameran juga didukung oleh digitalisasi pembayaran melalui QRIS. Penjualan produk wastra dan modest fashion juga mencatatkan hasil menggembirakan, bahkan menarik minat pembeli dari Malaysia dan Brunei Darussalam yang turut memborong berbagai produk unggulan wastra dan modest fashion MKM mitra Bank Indonesia.

Dengan suksesnya PESAN 2026, Bank Indonesia terus berupaya untuk memperkuat perannya dalam mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah melalui penguatan halal value chain, pengembangan pembiayaan syariah, fasilitasi sertifikasi halal, pemberdayaan UMKM melalui program IKRA, penguatan kemandirian ekonomi pesantren, optimalisasi keuangan sosial syariah berupa ZISWAF (termasuk wakaf produktif), serta peningkatan literasi dan digitalisasi ekonomi syariah. (*/loh)

banner 336x280