PESAN 2026 Persembahan BI Balikpapan Resmi Dibuka, Seabrek Ruang Kolaborasi Memperkuat Ekonomi Syariah Dihadirkan

Berita, Daerah15 Dilihat
banner 468x60

Kacamatanegeri.com, BALIKPAPAN– Pekan Ekonomi Syariah Nusantara (PESAN) 2026 bertema Sinergi Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah secara Berkelanjutan dan Berdaya Saing garapan Bank Indonesia Perwakilan Balikpapan yang digelar di Atrium Mal Pentacity Balikpapan resmi di buka Sabtu (27/6/2026).

Kegiatan yang dihadiri berbagai pemangku kepentingan, pelaku usaha syariah, pondok pesantren, lembaga keuangan syariah, dan masyarakat umum ini menjadi bagian dari upaya memperluas literasi sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi syariah di wilayah kerja Bank Indonesia Balikpapan.

banner 336x280

Usai kegiatan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi, menjelaskan bahwa pengembangan ekonomi syariah kini menjadi salah satu strategi penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tantangan global yang masih berfluktuasi.

“Kami terus mendorong ekosistem keuangan syariah sebagai salah satu mesin pertumbuhan ekonomi baru. Di tengah kondisi ekonomi global yang masih penuh tantangan, ekonomi syariah memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi sumber pertumbuhan ekonomi ke depan,” ujar Robi.

Menurutnya, ekonomi syariah tidak lagi dipandang sebagai sektor pelengkap, tetapi telah berkembang menjadi bagian penting dalam membangun ekonomi nasional yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan memiliki daya tahan terhadap berbagai gejolak ekonomi dunia.

Selain memperkuat sektor keuangan syariah, Bank Indonesia juga terus mengembangkan ekosistem keuangan sosial syariah. Salah satu instrumen yang mendapat perhatian adalah pengembangan wakaf produktif yang dinilai memiliki manfaat besar bagi kesejahteraan masyarakat.

“Wakaf produktif memiliki potensi yang sangat besar apabila dikelola secara optimal. Manfaatnya bukan hanya untuk membantu masyarakat, tetapi juga mendukung ketahanan pangan, ketahanan energi, dan pemberdayaan ekonomi umat,” jelasnya.

Robi menilai, konsep wakaf saat ini telah mengalami perkembangan. Tidak hanya dimanfaatkan untuk pembangunan sarana ibadah, tetapi juga dapat dikelola secara produktif sehingga menghasilkan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Baca Juga :  Sam Bimbo, Pencipta Himne Balikpapan Hadir dan Memimpin Langsung Paduan Suara

Fokus Pengembangan Pemberdayaan Ekonomi Pesantren

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Bank Indonesia juga menyerahkan bantuan wakaf produktif secara simbolis kepada sejumlah pondok pesantren di Kaltim. Bantuan tersebut merupakan bagian dari program pemberdayaan ekonomi pesantren yang selama ini menjadi salah satu fokus pengembangan Bank Indonesia.

Robi menjelaskan, pondok pesantren memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat, bukan hanya sebagai lembaga pendidikan keagamaan.

“Kami ingin membangun kemandirian ekonomi pesantren. Pesantren bukan hanya menjadi pusat ilmu agama, tetapi juga mampu berkembang sebagai pusat ekonomi baru yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekitarnya,” ujarnya.

Program pemberdayaan tersebut diwujudkan melalui berbagai bentuk bantuan produktif yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pondok pesantren. Pada tahun ini, Bank Indonesia menyerahkan bantuan sarana air bersih untuk memenuhi kebutuhan operasional salah satu pesantren.

Selain itu, bantuan berupa pengembangan usaha ayam petelur juga diberikan kepada pondok pesantren lain sebagai upaya menciptakan sumber pendapatan yang berkelanjutan sekaligus mendukung ketahanan pangan.

“Program yang kami jalankan disesuaikan dengan potensi masing-masing pesantren. Ada yang kami bantu melalui penyediaan air bersih, ada pula yang kami dorong melalui usaha peternakan ayam petelur agar mampu menjadi unit usaha produktif yang memberikan manfaat ekonomi bagi pesantren maupun masyarakat sekitar,” jelas Robi.

Ia menambahkan, program pemberdayaan ekonomi pesantren tersebut bukan merupakan kegiatan yang baru dilaksanakan tahun ini. Bank Indonesia telah menggagas program pengembangan ekonomi pesantren secara berkelanjutan sejak tahun 2016.

“Program ini sudah berjalan sejak tahun 2016 dan terus kami lakukan setiap tahun. Kami ingin pesantren memiliki kemandirian ekonomi sehingga mampu menjadi contoh pemberdayaan ekonomi berbasis syariah,” katanya.

Baca Juga :  Cegah Parkir Sembarangan, Pemkab PPU Desak RSUD Ratu Aji Putri Botung Tambah Lahan Parkiran

Menurut Robi, penguatan ekonomi pesantren merupakan bagian dari strategi besar membangun ekosistem ekonomi syariah nasional. Dengan sumber daya manusia yang besar, jaringan yang luas, serta kedekatan dengan masyarakat, pesantren dinilai memiliki peran strategis dalam mengembangkan berbagai sektor usaha berbasis syariah.

Masyarakat Teredukasi Ekonomi Syariah

Melalui PESAN 2026, Bank Indonesia berharap semakin banyak masyarakat yang memahami bahwa ekonomi syariah bukan hanya berkaitan dengan sistem perbankan, tetapi juga mencakup berbagai aspek kehidupan ekonomi, mulai dari pembiayaan usaha, pengelolaan dana sosial keagamaan, pemberdayaan usaha mikro, hingga pengembangan sektor pangan dan energi.

Penyelenggaraan PESAN 2026 semakin meriah dengan berbagai rangkaian kegiatan yang komprehensif dan inklusif serta integrative dihadirkan, yang meliputi showcase UMKM IKRA dan potensi IKRA baik berupa produk makanan dan minuman olahan kemasan yang memiliki kualitas, serta produk kreatif dan wastra dengan ciri khas, dan keunikan, serta berkualitas yanng telah terkurasi.

Hadir pula beragam talkshow tematik, serta sejumlah workshop penguatan kapasitas, kualitas produk, akses pasar, serta akses pembiayaan bagi UMKM.

Adapun rangkaian wokshop dan talkshow meliputi:  Talkshow Halal Entrepreneurship, Talkshow Strategi Terakses dengan Pasar Digital, Talkshow Strategi Kemandirian Ekonomi Pesantren, Workshop Strategi Mendorong Akses Pasar Ekspor (Halal Go Global), Workshop Pengembangan Inovasi Kemasan dan Penguatan Branding Produk, dan Talkshow Strategi Mendorong Kemandirian Ekonomi Pesantren.

Sejalan dengan itu, dalam rangkaian event PESAN 2026 juga diselenggarakan berbagai kompetisi kreatif berbasis ekonomi dan keuangan syariah, meliputi: Konten kreatif ekonomi syariah, Da’i, Hadroh, Penulisan khutbah ekonomi syariah, Kuliner halal dan thayyib, Menggambar CBP (Cinta Bangga Paham Rupiah) tingkat SD, dan Dongeng CBP. (loh)

banner 336x280