Perkuat Perencanaan Pengelolaan Air, Pemkot Balikpapan Gelar Workshop bersama Singapore Water Center

Berita, Daerah1730 Dilihat

Kacamatanegeri.com, BALIKPAPAN– Deep Dive Workshop Penyusunan Roadmap Ketahanan Air Kota Balikpapan yang berlangsung di Aula Bappedalitbang Balikpapan, Rabu (6/5/2026) menjadi langkah strategis menjawab tantangan dalam memperkuat perencanaan pengelolaan air yang berkelanjutan bagi seluruh masyarakat.

Tidak tanggung-tanggung, workshop ini melibatkan kolaborasi bersama World Bank Group, Singapore Water Center, dan para pemangku kepentingan terkait melalui diskusi mendalam guna mengkaji kondisi eksisting, tantangan, peluang, serta merumuskan langkah-langkah strategis ke depan.

Asisten II Bidang Perekonomian, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Balikpapan, Muhammad Andi Yusri Ramli, menyampaikan bahwa diskusi ini menjadi bagian dari tindak lanjut keikutsertaan Balikpapan dalam Singapore International Water Week.

Juga rangkaian kedua setelah hari sebelumnya diawali dengan kunjungan lapangan ke lokasi rencana pilot project di Waduk Wonorejo dan Bendali Ampal Hulu, guna melihat secara langsung kondisi infrastruktur sumber daya air serta potensi pengembangan pengendalian banjir dan peningkatan ketahanan air kota.

“Intinya kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi prioritas utama serta menyusun rencana tindak lanjut sebagai bagian dari penyusunan roadmap ketahanan air Kota Balikpapan,” katanya.

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, diharapkan perencanaan pengelolaan air di Balikpapan dapat terintegrasi dan berkelanjutan, demi mewujudkan kota yang tangguh, aman, dan berwawasan lingkungan.

“Kita membutuhkan strategi yang lebih adaptif, tangguh yang berbasis teknologi dalam penguatan ketahanan air di Balikpapan,” katanya.

Terlebih lagi, sambung Andi Yusri, di Balikpapan, kawasan industri dan permukiman semakin tahun terus meluas, sehingga menghadapi persoalan yang kian mendesak: banjir dan keterbatasan air bersih.

“Dengan menggandeng World Bank dan Singapore Water Center untuk menyusun roadmap ketahanan air diyakini sebagai upaya mencari solusi jangka panjang,” ucapnya.

Hal yang sama dikatakan Kepala Bappedalitbang Balikpapan, Murni. Dirinya  mengungkapkan bahwa kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari keikutsertaan Balikpapan, dalam ajang Singapore International Water Week. Dalam forum tersebut, Balikpapan memaparkan berbagai tantangan yang dihadapi, mulai dari keterbatasan air baku hingga persoalan banjir.

Respons positif pun datang dari pihak Singapura dan Bank Dunia, yang kemudian memberikan dukungan teknis kepada Balikpapan.

“Ini sangat bermanfaat bagi kami. Kalau harus mendatangkan tenaga ahli sendiri, biayanya bisa sangat besar. Kami bersyukur mendapatkan bantuan teknis ini,” ujar Murni.

Ia menambahkan, kerja sama ini tidak hanya soal solusi teknis, tetapi juga penguatan kapasitas daerah. Bahkan, Balikpapan secara terbuka menjadikan Singapura sebagai salah satu referensi dalam pengelolaan air perkotaan.

“Kita punya mimpi bisa seperti Singapura. Dan ini dimulai dari langkah kecil hari ini, secara bertahap,” katanya.

Tawarkan Solusi Berbasis Alam dan Teknologi

Senior Water Supply and Sanitation Specialist World Bank, Irma Magdalena Setiono, yang menjelaskan peran Singapore Water Center adalah menghubungkan pengalaman dan keahlian Singapura dengan kebutuhan lokal Balikpapan, khususnya teknis pemanfaatan air.

Pendekatan yang ditawarkan lanjutnya, tidak hanya berbasis teknologi, tetapi juga mengedepankan solusi berbasis alam serta pengelolaan air yang mengikuti siklusnya secara berkelanjutan.

“Setetes air yang masuk ke kota harus bisa dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan kehidupan masyarakat,” jelasnya.

Kerja sama ini telah berjalan melalui bantuan teknis dan pertukaran pengetahuan yang akan menjadi dasar penyusunan roadmap ketahanan air Balikpapan.

Roadmap tersebut akan memetakan langkah konkret dalam jangka pendek, menengah, hingga panjang, termasuk identifikasi program yang bisa langsung dijalankan maupun yang memerlukan dukungan tambahan dari pemerintah pusat, provinsi, sektor swasta, hingga masyarakat.

Melalui kerja sama ini, Balikpapan diharapkan mampu bertransformasi dari kota yang kerap menghadapi krisis air dan banjir menjadi kota yang mampu mengelola siklus air secara terpadu.

Yang kedepannya, air tidak lagi dipandang sebagai masalah, melainkan sebagai aset strategis untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan keberlanjutan kota. (*/loh)