Peringati Hari Lahir Pancasila, BEM Uniba Nobar Film Pesta Babi

Berita, Daerah7 Dilihat
banner 468x60

Kacamatanegeri.com, BALIKPAPAN – Memperingati Hari Lahir Pancasila, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Balikpapan (BEM UNIBA) menggelar agenda Nonton Bareng (nobar) film dokumenter berjudul Pesta Babi karya sutradara, Dandy Laksono, Selasa (2/6/2026).

Aksi refleksi yang digelar di area Kampus UNIBA, Balikpapan, Kalimantan Timur ini bertujuan untuk memantik nalar kritis publik terhadap kondisi demokrasi nasional.

banner 336x280

Kaum intelektual kampus menilai nilai-nilai Pancasila sejauh ini belum dilaksanakan secara nyata dan hanya menjadi pemanis lisan dari jajaran pemerintah Prabowo-Gibran.

Untuk itu, mahasiswa mendesak implementasi riil dari dasar negara tersebut, khususnya dalam menolak segala bentuk kekerasan TNI di Indonesia demi menjamin hak-hak sipil.

Perwakilan BEM UNIBA, Rafa mengungkapkan agenda nobar menjadi pemantik yang jarang dilakukan di lingkungan kampus untuk mengajak publik kampus berpikir kritis, termasuk membuka ruang diskusi mengenai isu agraria di Papua.

Melalui visualisasi film tersebut, mahasiswa menyoroti fenomena militer di Indonesia yang dinilai telah berlangsung cukup lama sejak era Soeharto (Orde Baru).

Mahasiswa mengkritik kepemimpinan saat ini yang dianggap kerap mengembalikan atmosfer zaman Orba, di mana para aktivis yang berjuang di lapangan kerap berhadapan dengan intimidasi dan penindasan aparat.

“Harapannya intimidasi tidak lagi menyasar ke masyarakat sipil. Tugas militer seharusnya fokus pada fungsi utama, yaitu menjaga kedaulatan negara,” tegas perwakilan mahasiswa dalam forum diskusi pasca-pemutaran film.

Baca Juga :  Pastikan Ibadah Natal Aman, Pj Bupati dan Forkopimda Pantau Gereja di PPU

Selain menuntut perlindungan hak sipil, BEM UNIBA menyerukan mosi tegas agar tidak ada lagi penindasan kepada masyarakat kecil serta kelompok masyarakat yang sedang berjuang mempertahankan ruang hidupnya.

Isu lingkungan hidup turut menjadi poin krusial yang disuarakan mahasiswa. BEM UNIBA mendesak korporasi dan pemerintah untuk berhenti merusak alam, dengan mengambil contoh eksploitasi yang terjadi di tanah Papua.

Masyarakat Papua seperti kita semua yang membutuhkan kelestarian alam untuk bertahan hidup.

Mahasiswa menegaskan alam merupakan aset bersama yang wajib dijaga dari keserakahan ekspansi kapitalis, bukan untuk dihancurkan.

Melalui aksi nobar di Hari Kelahiran Pancasila ini, mahasiswa Balikpapan mengirim pesan kuat ideologi bangsa harus diwujudkan dalam bentuk keadilan sosial, penyelesaian pelanggaran HAM, serta penghentian perusakan alam di seluruh pelosok negeri. (*/loh)

 

 

banner 336x280