Penerimaan Siswa Sekolah Rakyat di PPU Bakal Gunakan Data Kemensos

banner 468x60

Kacamatanegeri.com, PENAJAM – Penerimaan peserta didik baru Sekolah Rakyat di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dipastikan akan diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Ketentuan tersebut merujuk pada regulasi Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) yang menetapkan calon siswa berasal dari kelompok masyarakat terdata pada Desil 1 dan Desil 2.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten PPU, Ainie, menjelaskan klasifikasi desil menjadi acuan utama dalam penentuan kelayakan calon siswa Sekolah Rakyat. Desil 1 mencakup kelompok 10 persen terbawah atau masyarakat miskin ekstrem, sedangkan Desil 2 mencakup kelompok 20 persen terbawah atau kategori miskin pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

banner 336x280

Mengenai validitas data calon peserta didik, Ainie menegaskan pihak pemerintah daerah tidak menggunakan data statis, melainkan mengacu pada data dinamis milik Kemensos RI yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS). Langkah ini diambil mengingat status kesejahteraan masyarakat senantiasa mengalami perubahan seiring waktu.

“Memang berdasarkan Peraturan Kementerian Sosial, yang akan masuk dalam sekolah tersebut berdasarkan desil, yaitu Desil 1 dan Desil 2,” katanya, Senin (19/10/2026).

Diakui, Ainie, data desil yang dimatangkan oleh BPS itu selalu berubah-ubah. “Jadi kita akan mengikuti pemutakhiran data desil pada saat pelaksanaan penerimaan siswa baru nanti,” ucapnya.

Selain ketetapan mengenai kriteria desil, Ainie juga membeberkan target kuota penerimaan siswa untuk Sekolah Rakyat di Kabupaten PPU. Pemerintah menetapkan penambahan target penerimaan hingga mencapai 2.520 siswa.

Baca Juga :  Destinasi Bukit Sultan Paser Dilirik Jadi Venue Paralayang Porprov Kaltim 2026

“Sekolah ini nantinya diselenggarakan secara terpadu yang mencakup jenjang pendidikan dasar, yakni SD (SD), hingga SMA,” tambah Ainie.

Saat ini, proyek Sekolah Rakyat di Kabupaten PPU masih berada dalam tahap persiapan menuju pembangunan fisik secara menyeluruh. Jika seluruh proses persiapan dan pembangunan berjalan sesuai rencana, Sekolah Rakyat terpadu ini ditargetkan mulai beroperasi penuh pada tahun ajaran baru 2027/2028. (Adv)

banner 336x280