KACAMATANEGERI.COM, PPU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) mengambil langkah serius untuk memastikan keamanan dan kualitas program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh sekolah.
Pemkab kini mewajibkan inspeksi mendadak (sidak) rutin, minimal satu bulan sekali, untuk memantau ketat pelaksanaan program vital dari pemerintah pusat ini.
Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin, secara langsung menyampaikan permintaan tegas ini. Langkah ini diambil sebagai respons proaktif untuk mengantisipasi dan meminimalisir potensi insiden keracunan makanan serta meredam pemberitaan negatif yang dapat menimbulkan keresahan publik.
“Saya minta kepada Bu Kadis Kesehatan, kalau bisa minimal satu bulan sekali sidak,” ujar Waris, Rabu (26/11/2026).
Meskipun kebersihan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum dinilai relatif baik, Wabup Waris memberikan penekanan khusus pada standar higiene di setiap tahapan proses.
Kebersihan bahan-bahan yang akan diolah harus diperhatikan dengan ketat, seluruh prosedur memasak dan pembagian porsi harus sesuai dengan standar kebersihan tertinggi, begitupun kebersihan kendaraan pengangkut makanan ke sekolah harus higienis. Wadah harus diperhatikan, menggunakan sabun cuci yang meminimalisir kandungan bahan kimia berbahaya.
“Hal itu penting untuk mencegah risiko keracunan bagi pelajar. Tidak boleh ada gagap kelola dari SPPG dalam penyajian menu MBG,” tegasnya.
Waris Muin juga menyoroti pentingnya legalitas higiene yang wajib dimiliki oleh setiap dapur umum. Dia meminta agar sertifikasi kebersihan diurus dan ditandatangani oleh pejabat yang berwenang. Sertifikasi yang dimaksud adalah Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
“Saya lihat di SPPG ada sertifikat higienis dan ditandatangi Bu Grace (Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten PPU),” tutup Waris. (Adv)












