Partisipasi UMKM PPU Dukung Ekonomi Syariah di PESAN 2026

Berita, Daerah172 Dilihat
banner 468x60

Kacamatanegeri.com, BALIKPAPAN– Komitmen mendukung penguatan ekonomi syariah dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus digalakkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Penegasan komitmen tersebut disampaikan Bupati PPU, Mudyat Noor, saat menghadiri pembukaan Pekan Ekonomi Syariah Nusantara (PESAN) 2026 yang digelar Bank Indonesia Perwakilan Balikpapan di Mal Pentacity Balikpapan, Sabtu (27/6/2026).

banner 336x280

Tidak tanggung-tanggung, Bupati PPU hadir didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten PPU, Tohar. Keduanya turut mengunjungi puluhan stan pameran yang menampilkan produk unggulan UMKM, ekonomi kreatif, hingga hasil karya pondok pesantren dan pelaku usaha syariah dari berbagai daerah di Kalimantan Timur.

Usai kegiatan, Mudyat Noor mengapresiasi penyelenggaraan PESAN 2026 yang dinilai menjadi wadah penting dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah sekaligus membuka peluang pasar bagi pelaku UMKM.

“Alhamdulillah kegiatan PESAN 2026 oleh BI Balikpapan sukses dibuka. Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini dalam rangka meningkatkan dan menumbuhkan ekonomi syariah di Kalimantan Timur umumnya dan PPU khususnya,” katanya.

Dirinya berharap kegiatan ini memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus semakin menggerakkan sektor ekonomi syariah.  Yang dimana penguatan ekonomi syariah pada akhirnya harus bermuara pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, Bank Indonesia, pelaku usaha, dan masyarakat perlu terus diperkuat agar potensi ekonomi daerah dapat berkembang secara optimal.

“Kami berharap masyarakat dapat tumbuh dan berkembang melalui ekonomi syariah, sehingga yang paling utama adalah kesejahteraan masyarakat bisa terus meningkat,” katanya.

Baca Juga :  Ketidakpatuhan Administrasi PT Silog Terungkap Pasca 3 Pekerja Tewas

Selain pengembangan ekonomi syariah, Bupati PPU juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas produk UMKM agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

“Kualitas produk menjadi faktor utama dalam menjaga kepercayaan konsumen sekaligus memperluas akses pasar,” ucapnya.

Ia menambahkan, peningkatan kualitas tidak hanya menyangkut mutu produk, tetapi juga pengemasan, inovasi, pemasaran, hingga kemampuan pelaku usaha dalam memanfaatkan teknologi digital.

“Yang harus terus kita dorong adalah peningkatan mutu kualitas UMKM. Kalau kualitas produknya baik, pasar akan tetap terjaga. Ketika pasar semakin luas, otomatis kuantitas produksi akan meningkat dan pada akhirnya akan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) juga dinilai menjadi peluang besar bagi pelaku UMKM di PPU untuk memperluas pasar dan menghadirkan produk-produk unggulan daerah.

“Kami berharap keberadaan IKN mampu memunculkan potensi-potensi ekonomi baru yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Ini menjadi peluang yang harus kita maksimalkan agar mampu menciptakan lapangan usaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Mudyat.

Tampilkan Produk Unggulan Khas Daerah

Dalam ajang PESAN 2026, Pemkab PPU turut menghadirkan sejumlah UMKM unggulan yang menampilkan produk khas daerah. Di antaranya Batik Sekar Buen, Batik Bulau Sayang, serta Suraa Art yang menghadirkan berbagai kerajinan berbahan kayu ulin dan kulit kayu khas PPU.

Keikutsertaan para pelaku UMKM tersebut diharapkan mampu memperluas jaringan pemasaran sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya dan kreativitas masyarakat PPU kepada masyarakat yang lebih luas.

Baca Juga :  Satresnarkoba Polresta Balikpapan Ciduk IRT Pelaku Sabu

Mudyat mengatakan, Pemkab PPU akan terus memberikan dukungan kepada seluruh pelaku UMKM agar mampu berkembang dan naik kelas.

“Harapan kami seluruh UMKM bisa berkembang dan semakin maju. Yang paling penting adalah menjaga kualitas sekaligus terus meningkatkan kualitas produknya agar mampu bersaing di berbagai pasar,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten PPU, Tohar, menambahkan keikutsertaan UMKM PPU dalam PESAN 2026 merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk memperluas promosi produk lokal sekaligus meningkatkan daya saing pelaku usaha menghadapi peluang ekonomi di kawasan IKN.

“Momentum seperti PESAN 2026 sangat penting karena memberikan ruang promosi bagi UMKM kita. Melalui kegiatan ini, pelaku usaha dapat memperluas jaringan pemasaran, bertukar pengalaman, serta meningkatkan kualitas produknya agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” ujar Tohar.

Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, perbankan, dan berbagai pemangku kepentingan terus diperkuat sehingga semakin banyak UMKM di PPU yang mampu berkembang menjadi usaha yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing tinggi.

“Partisipasi aktif dalam PESAN 2026, Pemkab PPU optimistis sektor UMKM dan ekonomi syariah akan menjadi salah satu pilar penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, terutama dalam menyambut berbagai peluang investasi dan aktivitas ekonomi yang berkembang seiring pembangunan IKN,” ungkapnya. (loh)

banner 336x280