Optimistis Kembangkan Pertanian Modern, PPU Masih Terkendala Minimnya Hujan

Advertorial, Berita34 Dilihat

Kacamatanegeri.com, PENAJAM – Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim), tetap optimistis mengembangkan pertanian modern melalui program Pertanian Modern Advance Agriculture System (PM-AAS). Meski demikian, minimnya curah hujan hingga saat ini masih menjadi tantangan dalam merealisasikan target pengembangan lahan pertanian di daerah tersebut.

Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Dinas Pertanian Kabupaten PPU, Gunawan, mengatakan optimisme tersebut didasari penerapan paket teknologi yang menjadi bagian penting dalam modernisasi pertanian.

Menurutnya, program tersebut tidak hanya berfokus pada perluasan lahan, tetapi juga pada penerapan teknologi untuk mendukung kegiatan budidaya agar lebih efektif dan produktif.

“Kalau saya optimistis, karena pada prinsipnya ini sebenarnya paket teknologi dalam rangka modernisasi pertanian,” kata Gunawan, Selasa (27/10/2026).

Ia menjelaskan, program PM-AAS di Kaltim memiliki target pengembangan lahan seluas 7.125 hektare. Dari total tersebut, Kabupaten PPU memperoleh alokasi seluas 3.546 hektare. Pelaksanaan program di PPU dilakukan secara bertahap. Pada Oktober, target yang telah ditetapkan mencapai 893 hektare. Selanjutnya, pengembangan akan terus dilakukan pada November dan Desember hingga memenuhi alokasi keseluruhan 3.546 hektare.

Gunawan menerangkan, dukungan teknologi modern dalam program ini berkaitan dengan Brigade Pangan. Pihaknya berkomitmen memberikan alokasi PM-AAS kepada Brigade Pangan yang sebelumnya mengerjakan program optimalisasi lahan (oplah) tahap pertama.

Dengan pendekatan tersebut, ia berharap pengembangan pertanian modern dapat berjalan sesuai rencana. Namun, realisasi di lapangan masih bergantung pada kondisi alam, terutama ketersediaan air untuk mendukung proses budidaya.

“Faktor cuaca, kondisi alam, sampai dengan saat ini memang belum begitu bersahabat dengan kondisi pertanian yang ada di PPU,” sebutnya.

Gunawan menyebut, hingga saat ini belum turun hujan dengan intensitas yang cukup untuk membasahi lahan pertanian dan menunjang kegiatan budidaya. Kondisi tersebut menjadi salah satu kendala dalam mempercepat pelaksanaan program PM-AAS.

Sebagai gambaran, kegiatan yang baru berjalan di Desa Sesulu mencakup sekitar enam hektare lahan. Capaian tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan di lapangan masih perlu ditingkatkan untuk mengejar target yang telah ditentukan.

Meski menghadapi kendala cuaca, Gunawan memastikan kesiapan dari sisi benih telah terakomodasi. Dengan demikian, pihaknya berharap pelaksanaan program dapat dipercepat ketika kondisi cuaca memungkinkan.

Ia pun berharap hujan segera turun agar lahan pertanian mendapatkan pasokan air yang memadai. Dukungan kondisi alam dinilai penting untuk menunjang budidaya sekaligus mendorong pencapaian target pengembangan pertanian modern di PPU.

“Mudah-mudahan segera turun hujan,” harapnya.

Gunawan menegaskan, pihaknya tetap berupaya menjalankan program secara bertahap dengan memanfaatkan dukungan teknologi dan kesiapan sarana produksi yang tersedia.” Harapannya, target pengembangan lahan seluas 3.546 hektare di PPU dapat terealisasi hingga akhir tahun, meskipun kondisi cuaca masih menjadi tantangan utama,” tandas Gunawan. (Adv/d1)