Nusantara Export Academy 2026 Fasilitasi 41 UMKM Tembus Pasar Global

Berita, Daerah14 Dilihat
banner 468x60

Kacamatanegeri.com, BALIKPAPAN – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan terus memperkuat komitmen dalam mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) naik kelas melalui perluasan akses ke pasar internasional agar mampu bersaing di pasar ekspor.

Komitmen tersebut direalisasikan melalui penyelenggaraan Workshop Nusantara Export Academy (NEA) 2026 yang berlangsung pada 13–15 Juli 2026 di KPwBI Balikpapan.

banner 336x280

Program ini tidak hanya menghadirkan pelatihan klasikal selama tiga hari, tetapi juga dilengkapi pendampingan intensif selama tiga bulan guna memastikan implementasi hasil pembelajaran.

Workshop NEA menjadi salah satu program strategis dalam memperkuat diversifikasi pasar ekspor daerah sekaligus meningkatkan kesiapan UMKM berorientasi ekspor.

Kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut dari Komitmen Bersama Perluasan Akses Ekspor yang ditandatangani pada 27 Juni 2026 dalam rangkaian Pekan Ekonomi Syariah Nusantara (PESAN) 2026.

Komitmen tersebut melibatkan berbagai mitra strategis, di antaranya Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Timur, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), Pemkot Balikpapan, Pemkab Penajam Paser Utara dan Paser, Institut Teknologi Kalimantan, Politeknik Negeri Balikpapan, Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI) Kalimantan Timur yang mewakili Ekspor Center Balikpapan, serta perbankan.

Sebanyak 41 UMKM potensial ekspor mengikuti workshop ini. Produk yang diusung meliputi makanan dan minuman olahan, kriya, serta wastra khas Balikpapan, Penajam Paser Utara (PPU), dan Paser.

Seluruh peserta telah melalui proses seleksi administrasi, kurasi, hingga verifikasi lapangan untuk memastikan kualitas produk, kapasitas usaha, serta komitmen dalam mengembangkan pasar internasional. Peserta tidak hanya berasal dari binaan KPwBI Balikpapan, tetapi juga merupakan UMKM binaan Bea Cukai, LPEI, pemerintah daerah, korporasi, dan perbankan.

Baca Juga :  Stabilitas Ekonomi, Konsolidasi Lintas Sektor Penentu Arah Kebijakan

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi, mengatakan bahwa UMKM di wilayah Balikpapan, PPU, dan Paser memiliki potensi produk yang unik, namun masih menghadapi berbagai tantangan untuk memasuki pasar ekspor.

Menurutnya, tantangan tersebut meliputi pemahaman mengenai tahapan ekspor, akses terhadap buyer internasional, kesiapan produk sesuai standar global, peningkatan kualitas kemasan dan inovasi produk, hingga strategi pemasaran internasional.

Di sisi lain, kondisi geopolitik global yang masih penuh ketidakpastian turut berdampak pada meningkatnya biaya logistik dan lamanya waktu pengiriman akibat terganggunya jalur distribusi menuju kawasan Timur Tengah.

“Workshop Nusantara Export Academy menjadi salah satu langkah strategis untuk menjawab tantangan tersebut. Program ini tidak berhenti pada pelatihan selama tiga hari, tetapi dilanjutkan dengan pendampingan komprehensif selama tiga bulan,” ujar Robi, Rabu (15/7/2026).

Pendampingan dilakukan melalui sesi one-on-one mentoring, penyusunan rencana aksi ekspor, fasilitasi business matching dengan calon pembeli internasional, hingga pendampingan dalam proses transaksi ekspor.

Dalam penyelenggaraannya, KPwBI Balikpapan menggandeng berbagai mitra strategis. Akademi Mudah Ekspor (AME) menjadi mitra utama yang memberikan pembelajaran praktis berbasis pengalaman sekaligus mendampingi UMKM memasuki pasar global.

Sementara itu, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Timur memberikan edukasi mengenai prosedur ekspor, penentuan HS Code, pengurusan dokumen kepabeanan, hingga pemanfaatan Platform UKME (Usaha Kecil Menengah Ekspor) dan fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE).

Baca Juga :  PPU Kekurangan Pejabat Eselon II, Khairudin Rangkap Jabatan Jadi Plt Kadis PUPR

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) Balikpapan turut memberikan materi mengenai skema pembiayaan ekspor serta program Coaching Program for New Exporters (CPNE). Selain itu, Master Bagasi sebagai agregator ekspor berbagi pengalaman mengenai peluang ekspor melalui jaringan diaspora Indonesia di berbagai negara sekaligus membuka peluang kurasi dan pendampingan produk.

Melalui workshop ini, peserta berhasil mengidentifikasi HS Code produk sebagai langkah awal dalam proses ekspor. Juga memperoleh pemahaman mengenai strategi peningkatan daya saing, mulai dari perbaikan desain kemasan, pemenuhan label informasi gizi, peningkatan masa simpan produk, penguatan kapasitas produksi, hingga pemanfaatan platform digital dan marketplace internasional untuk menjangkau buyer global.

UMKM yang memenuhi persyaratan dari Master Bagasi juga berkesempatan memperoleh fasilitasi pengiriman sampel produk dan proses kurasi sebagai tahap awal penjajakan pasar internasional.

Melalui rangkaian Workshop Nusantara Export Academy 2026 yang terintegrasi ini, KPwBI Balikpapan berharap semakin banyak UMKM di wilayah Balikpapan, PPU, dan Paser mampu menembus pasar ekspor sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing. (*)

banner 336x280