Kacamatanegeri.com, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (Pemkab PPU) mematangkan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan air daerah. Sebagai opsi mitigasi dalam menghadapi ancaman fenomena iklim ekstrem El Nino Super yang diproyeksikan terjadi pada 2027, Pemkab PPU menjajaki opsi pemanfaatan Embung Buluminung sebagai pasokan air alternatif masyarakat.
Asisten I Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten PPU, Nicko Herlambang, mengatakan ketersediaan air pasokan di wilayah Buluminung menjadi modal krusial yang bisa segera dioptimalkan.
“Kemudian ada tadi opsi juga kita diskusikan yaitu Embung dari wilayah Buluminung. Nah, embung yang berada di wilayah Buluminung itu sudah ada existing air yang bisa digunakan,” kata Nicko, Senin (2/11/2026).
Meski debit air ketersediaan telah siap, Nicko menegaskan pentingnya pemrosesan baku sebelum dialirkan ke masyarakat. Aspek kelayakan lingkungan dan kualitas teknis menjadi prioritas utama agar air siap konsumsi dan aman secara standar kesehatan.
Tentu saja dalam proses penggunaannya dan lain-lain itu harus memenuhi treatment-treatment sehingga dia layak secara lingkungan hidup dan juga layak untuk digunakan,” tegasnya.
Selain opsi Embung Buluminung, Pemkab PPU tengah mengkaji berbagai alternatif pendukung lain untuk dipaparkan bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten PPU. Nicko menuturkan, pemilihan opsi mitigasi tidak sekadar didasari pada efisiensi anggaran, namun mengedepankan efisiensi waktu pengerjaan demi melayani kebutuhan warga secara responsif.
“Saya pikir semua opsi itu nanti kita coba dulu dengan pembiayaan yang memungkinkan dilakukan itu kita pilih yang mana. Karena konsiderannya ini bukan hanya masalah biaya tetapi adalah waktu. Karena kita tidak mungkin membiarkan nanti 3 sampai 4 bulan orang nunggu dulu progres proyeknya,” tambahnya.
Ia menjelaskan, proses pengisian dan pengolahan air cadangan memerlukan waktu bergradasi. Oleh karena itu, skema paralel dengan alternatif pasokan pendamping mutlak diperlukan agar kebutuhan air baku masyarakat tidak terhenti di tengah krisis kekeringan.
“Selama ini dalam proses pengisian kita harus punya alternatif-alternatif lain. Harapan kita dengan beberapa alternatif yang kita coba susun nanti kita punya kesepakatan dengan teman-teman DPRD. Tentunya apa yang kita sepakati nanti kita upayakan yang terbaik buat masyarakat,” terangnya.
Upaya responsif ini mendapat perhatian penuh dari jajaran eksekutif maupun legislatif di daerah. Nicko meyakini kolaborasi antara Bupati PPU dan Ketua DPRD PPU akan mempercepat lahirnya kebijakan dan solusi konkret di lapangan.
“Dan saya yakin dan optimis bahwa persoalan ini jadi hal yang concern dari pak ketua DPRD dan pak bupati, sehingga nanti pasti ada solusi yang secepatnya bisa kita kerjakan dan masyarakat bisa segera mendapatkan hasilnya,” pungkas Nicko.
Dengan kesiapan opsi pemanfaatan Embung Buluminung dan ketersediaan skema alternatif lainnya, Pemkab PPU optimistis pasokan air bersih bagi masyarakat tetap aman terjamin meski dalam bayang-bayang dampak El Nino Super 2027. (Adv/d1)
